in

4 Negara yang Hukum Mati Penghina Nabi Muhammad, Bagaimana dengan Indonesia?

Tekape.id – Kasus penghinaan agama memang tidak bisa dibenarkan. Bagi siapa pun yang melakukannya, proses hukum dipastikan telah siap menanti.

Di Indonesia, bagi mereka yang menista agama atau blasphemy akan diganjar hukuman. Hukuman pun tergantung dari seberapa berat ujaran penghinaan yang dilakukan.

Namun hingga saat ini pelaku yang diduga melakukan penghinaan terhadap Nabi di Indonesia belum ada satupun yang diseret ke pengadilan, alih-alih akan dihukum, pelaporan terhadap terduga penghina Nabi seolah mandek di kepolisian.

Di berbagai negara lain hukuman bagi penghina agama yang diatur dalam undang-undang penistaan agama.

Menurut Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional dalam laporannya tahun lalu, ada 71 negara yang memasukkan penistaan agama sebagai tindak kriminal dalam hukum mereka.

Hukuman untuk pelaku penistaan agama, dalam hal ini menghina Nabi Muhammad, di tiap-tiap negara beragam, mulai dari penjara hingga hukuman mati. Berikut adalah empat negara yang pernah mengeksekusi mati para penghina Nabi:

1. Arab Saudi

Para 2014, pria Arab Saudi bernama Ahmad Al-Shamri, mengunggah video berbau penghinaan kepada Islam dan Nabi Muhammad ke media sosialnya. Dia menghina Allah, Nabi Muhammad, anak perempuan Nabi, Fatimah, merobek Al-Quran, dan memukulinya dengan sepatu.

Unggahan video Al-Shamri pun menghebohkan Arab Saudi. Hal tersebut merupakan tindakan fatal yang akan mendapat ganjaran setimpal.

Hukuman Mati
Hukuman Mati (Foto: bykst)

Pihak berwenang pun menangkap Al-Shamri atas tuduhan penghinaan agama. Dia pun kemudian dipenjara sebelum dilakukan persidangan. Setahun berselang. Dia divonis mati oleh pengadilan Arab Saudi.

Halaman 1 2 3

Rekomendasi