in

Akademisi Sebut Jokowi Cuma Omong Besar di Kasus Novel Baswedan

Tekape.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut hanya omong besar dan tak memiliki ketegasan terkait upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan.

Jokowi diketahui memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengungkap pelaku penyerangan dalam hitungan hari. Ini merupakan perintah kesekian kalinya terhadap pemimpin Polri.

“Bagi saya perintah Jokowi dalam kasus Novel itu cuma omong besar ya,” kata Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari, saat dihubungi, Rabu (10/12).

Feri yang juga merupakan dosen hukum di Fakultas Hukum di Universitas Andalas Padang ini menyatakan perintah yang sudah disampaikan Jokowi sejak awal penyelidikan kasus ini tak ada hasilnya. Bahkan, kata Feri, Jokowi sampai berulangkali memberikan tenggat waktu ke Korps Bhayangkara.

“Mulai dari tiga bulan, lalu sebulan, jadi ini kan bagi saya konyol saja,” tuturnya.

Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Feri tak percaya Polri belum menemukan pelaku penyiraman air keras ke Novel. Menurutnya, polisi lamban mengungkap pelaku karena kasus ini diduga melibatkan petinggi lembaga penegak hukum.

“Polisi boleh saja mencoba menutupi para pelaku ya, tetapi sejarah tidak akan melupakan ini, dan suatu saat juga akan terbongkar,” katanya.

Senada, Kuasa Hukum Novel Baswedan, Arif Maulana, menilai Presiden tidak memiliki ketegasan untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras yang menimpa kliennya. Menurutnya, laporan Kapolri Idham Azis kepada Jokowi, Senin (9/12), diprediksi tak memiliki perkembangan berarti.

“Jika Presiden Jokowi tidak bersikap terhadap kegagalan pengungkapan kasus Mas Novel Baswedan, termasuk kasus teror lain terhadap pegawai atau pimpinan KPK, oleh Kepolisian, meski presiden sendiri yang telah berulang kali memberi batas waktu dan tidak mengambil sikap tegas berdasarkan kewenangannya terhadap mandeknya penegakan hukum dalam kasus ini,” tutur dia, melalui keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/12).

Arif memandang Jokowi tidak memiliki kemauan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Menurut dia, komitmen pemberantasan korupsi yang senantiasa didengungkan oleh Jokowi hanya sebatas pencitraan belaka.

Halaman 1 2

Rekomendasi

Written by Devina Putri