Amerika Tak Lagi Anggap Permukiman Israel Ilegal, Pihak Palestina Geram

Tekape.id – Pengumuman Amerika Serikat (AS) soal posisi terbaru yang tidak lagi menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ilegal, menuai kemarahan Palestina. Di sisi lain, Israel sangat menyambut baik keputusan ini.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Selasa (19/11/2019), Otoritas Palestina mengecam keputusan terbaru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa permukiman sipil Israel di Tepi Barat ‘bukanlah inkonsisten dengan hukum internasional’.

Keputusan yang menggeser kebijakan AS sejak tahun 1978 ini dinilai sangat pro-Israel dan menunjukkan semakin melunaknya posisi AS terhadap permukiman Israel. Perubahan kebijakan ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Senin (18/11) waktu setempat.

“AS tidak memenuhi syarat atau berwenang untuk membatalkan resolusi hukum internasional dan tidak memiliki hak untuk memberikan legalitas terhadap setiap permukiman Israel,” tegas Nabil Abu Rudeinah selaku juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam pernyataannya.

“Pemerintahan AS telah kehilangan kredibilitas untuk memainkan peran masa depan dalam proses perdamaian,” imbuh Rudeinah.

Perunding top Palestina, Saeb Erekat, juga menyampaikan kecamannya. “Pernyataan Menteri Pompeo merupakan kepergian total pemerintah AS, atau harus saya katakan, pemerintahan Trump dari hukum internasional, penegakan hukum, penyelesaian konflik dengan cara-cara damai,” sebut Erekat.

“Mereka (AS-red) menggantikan hukum internasional dengan hukum rimba,” ujarnya.

“Yerusalem adalah ibu kota Israel, menghentikan pendanaan UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina), mereka sungguh-sungguh menutup pintu untuk hukum internasional dan membuka gerbang bagi ekstremisme, terorisme, kekerasan, korupsi, pertumpahan darah dan orang-orang dipaksa untuk mempercayai bahwa satu-satunya cara menyelesaikan persoalan adalah melalui kekerasan dan bukan cara-cara damai,” tegas Erekat.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyambut baik pengumuman yang disampaikan Pompeo. “Warga Israel, ini merupakan hari bersejarah dan pencapaian besar lainnya dalam kebijakan kita,” ucap Netanyahu dalam pernyataan via akun Facebook-nya.

“Setelah Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui kedaulatan kita atas Dataran Tinggi Golan, sekarang pemerintah Amerika mengakhiri kebohongan bahwa permukiman ilegal. Saya berterima kasih pada Presiden Trump dan saya berterima kasih pada Menlu Pompeo,” imbuhnya.

Lebih lanjut, disebutkan Netanyahu bahwa pergeseran kebijakan AS soal permukiman Israel itu ‘membenarkan kesalahan historis’ bagi 600 ribu pemukim Israel yang kini tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

“Kebijakan ini merefleksikan kebenaran historis bahwa warga Yahudi bukanlah penjajah asing di Yudea dan Samaria. Faktanya, kita dipanggil Yahudi karena kita merupakan warga Yudea,” tegas Netanyahu, menggunakan sebutan Israel untuk Tepi Barat.

Sumber: Detik.com

Apa pendapatmu?
You might also like
close