in

Apa pelajaran berharga yang kita dapat dari dongeng Lebah Beruang dan Bebek ini

Tekape.id – Jawaban Soal TVRI SD Kelas 1-3 hari ini 3 Agustus 2020 lihat selegkapnya berikut ini

Soal 1
Apa pelajaran berharga yang kita dapat dari dongeng Lebah, Beruang, dan Bebek ini?

Jawaban:
Pelajaran berharga yang kita dapat dari dongeng Lebah, Beruang, dan Bebek tersebut adalah untuk melakukan kebaikan, kita harus berusaha.

Kita harus terus melakukan kebaikan.

Dari kebaikan yang kita lakukan, bisa memicu orang lain untuk melakukan kebaikan.

Soal 2
Adik-adik senang bukan dengan keberanian Pipi? Nah, coba tuliskan cerita singkat tentang keberanian yang pernah kalian lakukan!

Jawaban:
Untuk soal ini, orangtua harus menstimulasi anak untuk menceritakan pengalamannya tentang keberanian.

Misalnya:
Kemarin sore aku belajar naik sepeda.

Biasanya kakak selalu membantu memegang sepedanya agar seimbang.

Tetapi, kemarin kakak meminta agar aku mencoba naik sepeda sendiri.

Awalnya aku takut terjatuh.

Kakak terus memberi semangat agar aku mencoba.

Akhirnya aku berani naik sepeda sendiri.

Kakak pun senang karena sekarang aku sudah bisa naik sepeda.

Disclaimer: Soal dan jawaban di atas hanya sebagai panduan orang tua dalam membimbing siswa saat mengikuti Belajar dari Rumah TVRI.

Apa pelajaran berharga yang kita dapat dari dongeng Lebah, Beruang, dan Bebek ini?

Itulah salah satu soal yang harus dijawab siswa kelas 1-3 SD hari ini.

Senin, 3 Agustus 2020 siswa kelas 1-3 SD akan menyaksikan tayangan Dongeng Kak Aio.

Setelah menyaksikan tayangan tersebut, siswa diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara lisan, serta menuliskan beberapa kalimat dan menyuntingnya.

Tayangan tersebut dapat disaksikan mulai pukul 08.30 WIB.

Demikianlah pembahasan soal dan pertanyaan untuk siswa kelas 1-3 SD hari ini.

Selain tayangan tersebut, TVRI juga menghadirkan berbagai tayangan edukasi untuk jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA.

Berikut adalah jadwal lengkap program Belajar dari Rumah TVRI edisi Senin 3 Agustus 2020:

  • 08.00 – 08.30 WIB: Jalan Sesama: Kembalikan Dong!
  • 08.30 – 09.00 WIB: SD Kelas 1-3: Dongeng Kak Aio
  • 09.00 – 09.30 WIB: SD Kelas 4-6: Sifat Asosiatif Penjumlahan dan Perkalian
  • 09.30 – 10.00 WIB: SMP sederajat: Menjaga Alam dan Hari dalam Seminggu
  • 10.00 – 10.05 WIB: Bahasa Inggris: Lesson 7: What are you doing?
  • 10.05 – 10.30 WIB: SMA sederajat: Ekspedisi Bioresources: Pulau Simeulue
  • 10.30 – 11.00 WIB: Indonesia Parenting: Belajar di Rumah
  • 19.00 – 21.00 WIB: Film Anak: Spelling The Dream

Selain menyaksikan langsung melalui televisi, program Belajar dari Rumah dapat disaksikan secara streaming.

Seperti diketahui, program Belajar dari Rumah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik Covid-19.

Tayangan dalam program ini meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam program Belajar dari Rumah ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain itu, tujuan lain program tersebut adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Sekilas Belajar dari Rumah
Sebagaimana diketahui, tahun ajaran baru 2020/2020 telah dimulai pada 13 Juli lalu.

Kepala Biro Kerja sama dan Humas Evy Mulyani menegaskan bahwa dimulainya tahun ajaran baru tersebut tidak sama dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

“Tentunya yang menjadi prioritas kami adalah kesehatan dan keselamatan warga sekolah (siswa, guru dan orang tua) sehingga pembukaan kembali sekolah di wilayah zona hijau tidak serta merta dibuka, tetapi akan dilakukan dengan sangat hati-hati, dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” demikian disampaikan Evy pada diskusi Zoom With Primus yang disiarkan secara langsung di BeritaNews Channel, di Jakarta, pada Jumat (5/6/2020).

Evy melanjutkan, sistem pembelajaran jarak jauh masih menjadi pilihan utama Pemerintah dalam menerapkan model pembelajaran Tahun Ajaran baru 2020/2021 bagi sekolah yang berada di zona merah dan kuning.

“Seringkali kita masih temukan kerancuan terkait tahun ajaran baru masih disamakan dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Saat ini model pembelajaran jarak jauh akan menjadi pilihan utama sehingga bagi sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan 3 bulan terakhir,” jelas Evy.

Evy menambahkan, aktivitas dan tugas pembelajaran pada sistem pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan bervariasi disesuaikan dengan minat siswa, serta akses atau fasilitas belajar di rumah.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh ini hadir untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna tanpa harus membebani guru dan siswa dalam menyelesaikan kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan.

“Aktivitas dan tugas pembelajaran juga dapat bervariasi antar siswa kemudian disesuaikan juga dengan minat dan kondisi masing-masing termasuk juga mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah,” kata dia.

Sementara itu, program Belajar dari Rumah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah di masa pandemik Covid-19.

Program ini mulai diterapkan pada 13 April 2020.

Program ini dibuat untuk memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat masih bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh insan pendidikan di tanah air mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19.

Hal itu dia sampaikan dalam pidatonya yang disiarkan secara daring pada 2 Mei 2020.

“Timbulnya empati, timbulnya solidaritas ditengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid – 19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga disaat krisis ini telah berlalu,” kata Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan dan bangsa yang lebih baik di masa depan,” lanjutnya.

Dilansir dari laman Kemdikbud RI, pembelajaran dalam program Belajar dari Rumah ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain itu, tujuan lain program ini adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Sumber: bali.tribunnews.com

Rekomendasi

Pak Udin memiliki 6 peti jeruk Setiap peti berisi 90 jeruk Sedangkan Pak Burhan memiliki 4 peti jeruk

Kode Redeem FF 6 Agustus 2020 Server Indonesia Update