in

APA Pertanda Terjadinya Gerhana Menurut Islam?

APA Pertanda Terjadinya Gerhana Menurut Islam?

Gerhana adalah pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi, baik dari kematian maupun kelahiran.

Saat itu, Gerhana adalah sumber bencana dan malapetaka. Bahkan, pandangan itu masih ada saat Islam datang.

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Keduanya mengalami gerhana bukan karena atau sebab bagi kematian atau kelahiran seseorang.”

 

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan salat, bertasbih, berzikir, bertahlil, bersedekah, dan memerdekakan budak.

Dengan pernyataan dan anjuran Nabi tersebut, menegaskan bahwa Islam sangat jelas menepis segi mitis dan primitif dari pandangan masyarakat pra-Islam tentang gerhana.

Gerhana tak lain adalah tanda kebesaran Tuhan, bukan sesuatu yang menakutkan apalagi menimbulkan malapetaka.

Dalam kaitan itu, penelitian-penelitian astronomi semestinya digalakkan di dunia Islam sebagaimana pernah dicapai para ilmuwan Muslim di abad ke-8 dan seterusnya, yang sayangnya mengalami kemandegan seiring dengan kemunduran Islam dalam berbagai aspeknya.

Perkembangan sains jelas sangat membantu kita dalam memahami dan menghayati gerhana sebagai tanda keagungan Tuhan.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

1. Berniat di dalam hati.

Untuk yang akan melafadzkan niat, berikut bacaan niatnya:

Bacaan Niat Solat Gerhana Bulan Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Bacaan Niat Solat Gerhana Bulan Latin

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Terjemah Bacaan Niat Solat Gerhana Bulan Latin

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Bila shalat gerhana Bulan dilakukan secara berjamaah niatnya adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ.

Bila dikerjakan sendirian niatnya adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Saya berniat mengerjakan salat sunah Gerhana Bulan/Matahari sebagai imam/makmum karena Allah semata.

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa

3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz

4. Membaca surat Al Fatihah

5. Membaca surah yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih)

6. Ruku’ sambil memanjangkannya

7. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”

8. Membaca surah Al Fatihah

9. Membaca surah yang panjang (berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama)

10. Ruku’ (ruku’ kedua)

11. I’tidal

12. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’

13. Duduk di antara dua sujud

14. Sujud kembali

15. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

16. Salam.

17. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.

Untuk yang Shalat Khusuf sendiri, setelah solat bisa dilanjutkan dengan bertakbir, tahmid, tasbih, shalawat.

(*)

sumber: TribunPontianak.co.id

 

Rekomendasi

Cara Buat Daftar Pustaka untuk Karya Ilmiah seperti Skripsi atau Makalah

Ramalan Zodiak Percintaan Virgo, Taurus dan Capricorn Hari Ini 17 Juni 2021

Ramalan Zodiak Percintaan Virgo, Taurus dan Capricorn Hari Ini 17 Juni 2021