Bagaimana cara mengoperasikan transistor bipolar ini agar dapat bekerja dengan semestinya?

Bagaimana cara mengoperasikan transistor bipolar ini agar dapat bekerja dengan semestinya?

Caranya adalah kita hubungkan transistornya ini dengan baterai yang kedua.

Dimana, kutub positif dari baterai yang kedua ini dihubungkan ke bagian semikonduktor tipe-P, yang tidak lain adalah bagian basisnya, dan kutub negatifnya ke bagian ke semikonduktor tipe-N pada bagian emitor dari transistornya.

Sehingga, pada bagian transistor yang dihubungkan dengan baterai yang kedua, akan menjadi mengalami kondisi panjar maju.

fungsi transistor adalah

Mari kita fokus pada bagiannya ini, saat elektron-elektron bebas yang berasal dari baterainya mengalir menuju semikonduktor tipe-N nya, maka akan terjadi aliran elektron-elektron dari semikonduktor tipe-N ke semikonduktor tipe-P nya. Dan elektron-elektronnya ini akan saling menempati holes yang tersedia di semikonduktor tipe-P nya.

Selanjutnya, elektron-elektronnya ini, secara bergantian, akan senantiasa berpindah-pindah ke holes di sebelahnya, hingga dapat melintasi dan keluar dari semikonduktor tipe-P nya untuk kembali ke baterainya.

Namun, ternyata elektron-elektron bebas yang mengalir dari baterai hingga sampai ke semikonduktor tipe-P nya, masih lebih banyak dibandingkan dengan yang keluar dan kembali ke baterainya dari semikonduktor tipe-P.

Kemanakah elektron bebas yang tersisa ini?

Nah, ternyata elektron-elektron bebas yang masih tersisa di dalam semikonduktor tipe-P nya ini akan mengalir ke semikonduktor tipe-N yang satunya lagi yang akhirnya keluar dan menuju ke baterai yang pertama! Sehingga aliran elektron dapat terjadi pada transistor tersebut dan arus listrik dapat dihasilkan.

Jadi dapat disimpulkan ya, agar transistor bipolar NPN ini dapat bekerja dengan semestinya, maka transistor ini perlu dihubungkan dengan baterai kedua yang dihubungkan ke bagian emitor dan basisnya.

Dengan mengatur besar kecilnya tegangan sumber tegangan yang kedua, maka kita bisa secara otomatis mengatur besar kecilnya arus listrik yang keluar dari emitornya. Karena, kalau sumber tegangan yang kedua semakin besar, maka makin besar juga arus listrik yang keluar dari emitornya, begitupun sebaliknya ya

materi fisika kelas 12

Lalu bagaimana dengan transistor bipolar PNP?

Nah, transistor bipolar PNP sebenarnya merupakan kebalikannya saja dari transistor bipolar NPN.

Jadi transistor jenis ini tersusun atas gabungan bahan-bahan semikonduktor dengan menempatkan lapisan tipis keping semikonduktor tipe-N di antara dua lapisan keping semikonduktor tipe-P yang lebih tebal.

Sehingga, PNP itu maksudnya adalah semikonduktor tipe-P, semikonduktor tipe-N, semikonduktor tipe-P, atau positif-negatif-positif yang digabungkan! Berbeda dengan transistor bipolar NPN sebelumnya, transistor bipolar PNP memiliki prinsip kerjanya sendiri.

Pada transistor bipolar PNP, baterainya tidak langsung dipasangkan ke bagian emitor (semikonduktor tipe-P) dan kolektornya (semikonduktor tipe-P), seperti pada kasus transistor bipolar NPN.

Namun, sama seperti transistor bipolar NPN, transistor bipolar PNP juga memerlukan dua sumber tegangan agar bisa berfungsi atau bekerja dengan sebagaimana mestinya. Pada transistor bipolar PNP ini, kutub positif baterai yang pertama dihubungkan ke bagian emitornya (semikonduktor tipe-P) dan kutub negatifnya dihubungkan ke bagian basisnya (semikonduktor tipe-N).

komponen listrik(sumber foto: ebay.co.uk)

Lalu, kutub positif baterai yang kedua dihubungkan ke bagian basisnya (semikonduktor tipe-N) dan kutub negatifnya dihubungkan ke bagian kolektornya (semikonduktor tipe-P). Kita sebut baterai yang dihubungkan ke bagian emitor sebagai VE dan baterai yang dihubungkan ke bagian kolektornya sebagai VC. Nah, dengan rangkaian yang seperti ini, transistor bipolar PNP dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Oke, sekarang mari kita analisis cara kerjanya berdasarkan prinsip holes dan elektron ya!

Nah, saat baterai VE ini dihubungkan ke emitor dan basis, maka dari kutub negatifnya akan mengalirkan elektron-elektron bebas ke bagian basisnya.

Kemudian, elektron-elektron bebasnya ini akan tertampung di semikonduktor tipe-N nya, yang selanjutnya akan bergerak maju menempati holes yang tersedia di semikonduktor tipe-P nya, sama seperti prinsip panjar maju.

Sehingga, elektron-elektron bebasnya mampu melintasi semikonduktor tipe-P nya dan keluar untuk kembali ke baterai VE nya.

transistor adalah

Namun ternyata, elektron-elektron bebas yang mengalir dari semikonduktor tipe-N ke semikonduktor tipe-P nya dan kembali ke baterai VE nya masih lebih sedikit dibandingkan dengan elektron-elektron bebas yang berasal dari baterai VEnya.

Lalu, kemanakah elektron-elektron bebas ini dialirkan?

Nah, ternyata selain ke semikonduktor tipe-N, elektron-elektron bebasnya secara otomatis atau spontan juga mengalir ke kutub positif baterai VC nya.

Kemudian, karena elektron-elektron bebasnya mengalir dari semikonduktor tipe-N, yang berada di bagian basis, ke semikonduktor tipe-P yang berada di bagian emitor, tidak terlalu banyak, ini juga menyebabkan secara otomatis atau secara spontan, masih ada sejumlah holes yang belum ditempati oleh elektronnya.

Nah, kalau semua kejadiannya kita kumpulkan, yaitu elektron bebas yang mengalir ke kutub positif baterai VC dan ada sejumlah holes yang belum ditempati oleh elektronnya, maka ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya perpindahan elektron-elektron bebas yang berasal dari baterai VC nya untuk dapat melintasi semikonduktor tipe-N pada bagian basisnya.

Sehingga, hal yang akan terjadi adalah elektron-elektron bebasnya dapat mengalir kembali menuju kutub positif baterai VC nya, yang juga sekaligus dapat berpindah atau mengalir melintasi semikonduktor tipe-P pada bagian emitornya yang pada akhirnya akan keluar dari emitornya dan sampai di kutub positif baterai VE nya.

Oleh karenanya, aliran elektron dapat terjadi pada transistor tersebut dan arus listrik dapat dihasilkan. Jadi dapat disimpulkan ya, agar transistor bipolar PNP ini dapat bekerja dengan semestinya, maka transistor ini perlu dihubungkan dengan dua sumber tegangan. Yang mana kutub positif dari sumber tegangan pertama dihubungkan ke bagian emitornya dan kutub negatifnya ke bagian basisnya.

Lalu, kutub positif sumber tegangan keduanya dihubungkan ke bagian basisnya dan kutub negatifnya dihubungkan ke bagian bagian kolektornya. Dengan mengatur besar kecilnya tegangan pada sumber tegangan yang pertama, maka kita bisa secara otomatis mengatur besar kecilnya arus listrik yang keluar dari kolektornya. Karena, kalau sumber tegangan yang pertama semakin besar, maka semakin besar juga arus listrik yang keluar dari kolektornya, begitupun sebaliknya ya!

SUMBER; blog.ruangguru.com

Tinggalkan komentar