in

Bagaimana Urutan Penulisan Daftar Pustaka ?

Bagaimana Urutan Penulisan Daftar Pustaka ?

 

Sumber atau referensi yang terdapat dalam daftar pustaka harus berkaitan dengan karya ilmiah yang kita tulis.

Sumber tersebut dapat berupa buku, jurnal, surat kabar, atau website.

Penulisan daftar pustaka dari sumber buku

– Nama penulis

Nama ditulis paling awal.

Tuliskan nama belakang, diikuti tanda koma (,) kemudian itu cantumkan nama depan dan tengah penulis buku tersebut.

Jika terdapat lebih dari satu penulis, hanya penulis pertama yang urutan namanya dibalik.

Penulis lainnya ditulis sesuai nama asli. Tidak perlu mencantumkan gelar apa pun.

– Tahun terbit

Ditulis setelah nama, dipisahkan dengan tanda titik (.).

Tuliskan tahun sesuai tahun cetakan.

Hati-hati salah mencantumkan tahun cetakan awal padahal buku yang kita pakai bisa saja cetakan kedua, ketiga, atau terakhir.

– Judul buku

Judul buku ditulis lengkap dengan dengn cetak miring (italic).

Kota dan nama penerbit Tuliskan nama kota tempat buku diterbitkan diiringi tanda titik dua (:), kemudian nama penerbit.

Secara garis besar, format penulisannya sebagai berikut:

[nama belakang], [nama depan]. [tahun terbit]. [judul buku]. [kota]: [nama penerbit].

Contoh:

Ishak, Saidulkarain. 2014. Jurnalisme Modern. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Gladwel, Malcolm. 2020. Outliers, Rahasia di Balik Kesuksesan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Penulisan daftar pustaka dari jurnal, koran, atau majalah

Penulisan daftar pustaka dari artikel dalam jurnal, koran, atau majalah kurang lebih sama seperti sumber buku.

Berikut beberapa hal yang membedakan:

– Nama penulis

Tulis nama penulis artikelnya, bukan editor.

– Judul artikel

Penulisan judul artikel tidak dicetak miring, tetapi tegak lurus disertai tanda kutip (“) pembuka dan penutup (”). Kemudian tulis nama jurnal, majalah, atau koran dengan dicetak miring. Ikutkan di halaman berapa artikel tersebut dimuat yang ditulis dalam tanda kurung.

Secara garis besar, format penulisannya sebagai berikut:

[nama belakang], [nama depan]. [tahun terbit]. “[judul artikel]” dalam [nama koran, majalah, atau jurnal] [(hlm. xxx)]. [kota]: [nama penerbit].

Contoh:

Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sujatmiko, I.G. 2013. “Reformasi, Kekuasaan, dan Korupsi” dalam Kompas (hlm. 6). Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Penulisan daftar pustaka dari internet

Sumber pustaka lainnya, ialah sumber dari internet.

Penulisannya kurang lebih sama, berikut beberapa yang berbeda dan perlu diperhatikan:

– Tahun penayangan: tuliskan tahun kapan sumber atau artikel dari internet diunggah.

– Judul: judul artikel daring tidak dicetak miring, tetapi diapit tanda kutip (“”).

– URL: salin alamat URL. Dari judul ke URL dan dari URL ke waktu akses diberi tanda koma (,).

– Waktu akses: tuliskan tanggal dan jam saat mengakses sumber atau artikel dari internet.

Secara garis besar, format penulisannya sebagai berikut:

[nama belakang], [nama depan]. [tahun terbit]. “[judul artikel]”, [URL], diakses pada [tanggal dan jam saat mengakses sumber].

Contoh:

Azanella, Luthfia Ayu. 2021. “Ramai soal Patung Merlion di Madiun, Ini Penjelasannya”, https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/01/200500865/ramai-soal-patung-merlion-di-madiun-ini-penjelasannya-, diakses pada 2 Januari 2020 pukul 14.05.

Prabowo, Gama. 2020. “Sejarah terusan Suez”, https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/134053969/sejarah-terusan-suez, diakses pada 2 Januari pukul 09.12.

sumber: TribunPontianak.co.id

Rekomendasi

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Secara Mudah ?

Cara Buat Daftar Pustaka untuk Karya Ilmiah seperti Skripsi atau Makalah