in

Bantah Anggapan Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi Buruk, Moeldoko: Nggak Pas itu

Tekape.id – Setara Institute memberikan catatan buruk kebebasan berekspresi era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan sanggahan.

“Begini, saya pikir kita sedang mengembangkan BRIN, Badan Riset dan Inovasi sesuai indikator penghargaan terhadap berbagai inovasi. Kita sedang membangun Badan Talenta Nasional, jadi kayaknya nggak pas itu, kecuali kalau kita mengekang kebebasan,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Moeldoko mencontohkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Talenta Nasional untuk memberikan apresiasi bagi masyarakat sehingga Moeldoko menilai anggapan kebebasan berekspresi yang buruk saat ini kurang tepat.

“Jadi di dalam talenta nasional juga ada seni budaya, olahraga, ada semuanya di situ. Di Badan Riset Nasional baru kita bicarakan tentang bagaimana kita mengapresiasi dan mengembangkan berbagai inovasi di Indonesia. Jadi kayaknya kurang pas,” ujar Moeldoko.

Ada 11 indikator HAM yang diteliti oleh Setara yang terbagi dalam dua kategori besar, yaitu hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial, dan budaya. Setara memberikan skor untuk tiap indikator tersebut dalam rentang skala 1-7.

Selain itu, Setara menyebut ruang kebebasan sipil untuk berekspresi makin berkurang di periode pemerintahan Jokowi yang pertama. Setara menyoroti aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan dari aparat keamanan seperti pada aksi 21-22 Mei dan demonstrasi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu.

“Dalam berbagai bentuk ruang publik, kebebasan sipil mengalami penyempitan dengan adanya kriminalisasi atas ekspresi dan pendapat yang disampaikan dengan justifikasi interpretasi peraturan perundang-undangan yang tidak berperspektif HAM,” ujar peneliti HAM dan Perdamaian Setara Institute, Selma Theofany, di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

Sumber: Detik.com

Rekomendasi