in

Ditinggal Suami, Ibu Rumah Tangga ini Kumpul Botol Untuk Hidupi 6 Anak

Ditinggal Suami, Seorang Ibu Rumah Tangga Pasrah Kumpul Botol Aqua Untuk Hidupi 6 Orang Anak
Ibu Nur dan kedua anaknya saat mencari botol Aqua (Foto Riko Liputan Malut)

Tekape.id – Untuk menghidupi enam (6) orang anaknya, Nur salah satu Ibu rumah tangga harus berjiwa besar mengumpulkan botol Aqua dan dijual kepada pembeli agar mendapatkan rezeky.

Saat ditemui Wartawan Liputanmalut.com di depan Hotel Grand Dafam, Jalan Jati Raya Ternate Selatan, Nur mengatakan dirinya menjadi pengumpul botol aqua bersama kedua anaknya itu sudah hampir satu tahun lama nya.

“Dari hasil penjualan botol plastik ini, kami dapat kadang 30 sampai 50 Ribu Rupiah dan itu kami bertiga gunakan untuk biaya makan minum,” ujarnya dengan nada sedih.

Nur menambahkan, botol Aqua atau jenis lain yang kami cari ini tidak serta merta langsung di jual tapi harus di tampung dulu 2 sampai 3 hari. Nanti sudah banyak baru di jual ke agen. “Jadi, kadang dalam sehari kami tidak makan apa-apa, nanti menunggu sampai tiga hari kedepan baru makan karena kami harus menunggu sampai plastik ini terjual,”tutur Nur.

Ditanya apa penyebab nya sehingga bisa mencari botol aqua?

Nur mengaku, dia bersama anak-anak terpaksa harus mencari botol plastik untuk dijual dan bisa mencukupi kebutuhan mereka karena suaminya  sudah pergi meninggalkan mereka entah kemana tanpa kabar alias tidak kembali lagi sejak tahun 2017 silam. 

“Suami saya asal Ambon Maluku Tengah dan dia sudah pergi tidak tau kemana maka jalan satu satunya yang saya ambil itu menjadi tukang mencari botol Aqua ditemani beberapa anak-anaknya” tambah Nur.

Ibu rumah tangga asal Ternate ini mengaku dirinya harus berjiwa besar mengumpulkan botol aqua karena untuk menghidupi 6 orang anaknya yang masih berumur 12 tahun, 6 tahun, 4 tahun, 2 tahun dan 1 tahun tiga bulan.

“Saya dan anak-anak tinggal di kosan kelurahan Kayu Merah, RT 12 dan biaya kosan itu dihitung perbulan Rp.350 dan bagi saya ini beban berat yang harus di pikul, karena belum lagi berpikir tentang kebutuhan hari-hari dan kebutuhan lainnya, apalagi saat ini biaya hidup semakin mahal, tapi apa boleh buat, kami tetap sabar menjalani pekerjaan ini, walaupun keuntungan pas-pasan,” ujarnya.

Sumber: Liputanmalut.com

Rekomendasi

Written by Devina Putri