in

Eks Presdir Lippo Cikarang Tersangka KPK Surati Jokowi Minta Perlindungan

Tekape.id – Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang sekaligus tersangka kasus suap proyek Meikarta Bartholomeus Toto melayangkan surat kepada Presiden Jokowi. Surat ditulis Toto lantaran hingga kini dia merasa tak terlibat dalam pusaran kasus korupsi Meikarta.

Dalam surat yang didapatkan detikcom dari pengacaranya, Supriyadi, Senin (9/12/2019), Toto menjelaskan secara runut peristiwa korupsi hingga akhirnya dia dijebloskan ke rutan KPK. Ada delapan poin kronologi yang disampaikan Toto dalam surat yang ditandatanganinya di atas meterai itu.

“Bersama ini saya ingin menyampaikan permohonan untuk mendapat keadilan dan perlindungan dari Bapak Presiden. Adapun permohonan ini saya mohonkan karena saya telah diperlakukan secara sewenang-wenang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ucap Toto dalam surat tersebut.

Dalam surat tertanggal 20 November 2019 itu, Toto mengaku tak tahu persoalan duit Rp 10,5 miliar yang disebut diberikan kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai upaya pemulusan perizinan proyek tersebut.

Dalam surat itu, Toto menyebut keterangan itu didapat penyidik hanya dari keterangan Edi Soesianto, yang kala itu menjabat Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang.

Edi menyampaikan suap itu diketahui Toto saat persidangan dengan terdakwa Billy Sindoro maupun Neneng Hassanah Yasin.

“Selama proses penyidikan Meikarta, ketika saya masih berstatus sebagai saksi, saya tidak pernah mengetahui bahwa saya akan dituduh KPK telah memberikan gratifikasi sebesar Rp 10,5 miliar untuk IPPT. Dalam penyidikan, KPK tidak melakukan klarifikasi kepada saya secara saksama. Saya baru mendengar tuduhan gratifikasi sebesar Rp 10,5 miliar tersebut dalam sidang Billy Sindoro/Neneng Hassanah Yasin,” kata dia.

Toto dalam suratnya itu menyebut hanya Edi Soes yang menyebutkan secara lisan bahwa ia terlibat dalam pusaran kasus korupsi Meikarta itu. Sementara itu, sekretarisnya, Melda Peni Lestari, dalam persidangan membantah keterlibatannya.

“Saya sebagai pribadi maupun saat menjabat tidak memiliki kapasitas, kewenangan, maupun alasan apa pun untuk memberikan suap,” kata dia.

Sementara itu, Supriyadi mengatakan surat tersebut dibuat Toto saat menjalani penahanan. Surat tersebut dibuat lantaran Toto merasa gundah akan statusnya yang kini terlibat dalam kasus tersebut.

Halaman 1 2

Rekomendasi

Written by Devina Putri