in

Inilah KUNCI JAWABAN Tema 6 Kelas 5 Halaman 80 81 82 84 86 88 Subtema 2

Tekape.id – Mari Simak ulasan kunci jawaban dari materi buku tematik SD Tema 6 Kelas 5 SD berjudul Panas dan Perpindahannya. Lihat selengkapnya berikut ini

Terdapat 4 subtema yang dibahas pada buku ini yakni Subtema 1: Suhu dan Kalor, Subtema 2: Perpindahan Kalor di Sekitar Kita, Subtema 3: Pengaruh Kalor Terhadap Kehidupan, Subtema 4: Literasi.

Untuk kali ini materi yang dibahas adalah Subtema 2 berjudul Perpindahan Kalor di Sekitar Kita halaman 80 81 82 83 84 85 86 87 88 pembelajaran 2 buku tematik kurikulum 2013 edisi revisi 2017.

Kunci jawaban Buku Tematik Tema 6 kelas 5 SD ini dapat digunakan sebagai referensi belajar anak di rumah.

Ditujukan kepada orang tua atau wali untuk mengoreksi hasil belajar anak.

Simak kunci jawaban tema 6 kelas 5 SD halaman 80 81 82 83 84 85 86 87 88 subtema 2 pembelajaran 1 buku tematik SD dilansir dari berbagai sumber:

Pembelajaran 2 (Halaman 79)

>>> Halaman 80

Ayo Membaca

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Umumnya peristiwa perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas. Saat zat yang lebih ringan tersebut pindah ke atas, molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya.

Perpindahan secara konveksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku dari satu tempat ke tempat lain. Ketika kamu memindahkan buku tersebut ke tempat lain, tentu kamu akan ikut bersama dengan buku-buku tersebut. Jika buku-buku itu diumpamakan sebagai energi panas dan kamu adalah medianya, maka perpindahan kalor dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya.

Peristiwa konveksi terjadi pada saat merebus air. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas sehingga air menjadi lebih ringan. Air akan bergerak ke atas dan digantikan oleh air yang ada di atasnya. Demikian seterusnya.

Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Angin darat terjadi karena udara di darat pada malam hari lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas laut akan naik dan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang naik tadi. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas dibandingkan di laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan mengalir ke darat menggantikan tempat udara yang naik tadi. Keadaan ini digunakan para  nelayan untuk pergi melaut pada malam hari dan kembali ke darat pada pagi atau siang hari. Sedangkan contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik. Apakah di rumahmu dipasang jendela ventilasi? Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secara konveksi.

Sumber bacaan : IPA BSE Kelas 4 dan 7, dengan penyesuaian

>>> Halaman 81

Ayo Menulis

Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat

*Paragraf Pertama

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya

2. Peristiwa konveksi terjadi pada zat cair dan gas

3. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan

*Paragraf Kedua

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan secara konveksi dapat diibaratkan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku

2. Ketika memindahkan buku kamu akan ikut bersama dengan buku-buku tersebut

3. Perpindahan kalor dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya

*Paragraf Ketiga

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Peristiwa konveksi terjadi pada saat merebus air

2. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas dan bergerak ke atas

*Paragraf Keempat

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut

2. Contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik

3. Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secar konveksi

>>> Halaman 82 – 83

Berdasarkan bacaan di atas, buatlah sebuah diagram yang menjelaskan pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi sesuai pemahamanmu. Beberapa kata bantu telah dituliskan untuk mempermudah kamu menuliskan kata-kata atau kalimat yang mewakili setiap paragraf. Lakukanlah kegiatan ini bersama dengan teman sebangkumu.

Penjelasan Peta Konsep :

Konveksi contoh lain :
Angin darat dan laut, cerobong asap, serta ventilasi rumah

Konveksi adalah :
Perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya

Konveksi dapat diumpamakan sebagai :
Memindahkan setumpuk buku dari satu tempat ke tempat lain

Konveksi mengakibatkan :
Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan

Konveksi mengakibatkan :
Zat yang ringan bergerak ke atas dan zat yang ada di atasnya menggantikan

Konveksi pada peristiwa merebus air ”
Air mendapat panas bergerak ke atas dan digantikan oleh air di atasnya

Tuliskanlah pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi dalam tulisan satu paragraf berikut.

Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas dan molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya. Beberapa contoh peristiwa konveksi antara lain: pada saat merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut, penggunaan cerobong asap pada pabrik, serta jendela ventilasi rumah

>>> Halaman 84 – 85

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konveksi

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan:

1. Segelas air panas
2. Es batu
3. Air matang suhu ruang (untuk membuat es batu)
4. 1 buah kantung plastik ukuran kecil
5. 1 buah karet gelang
6. Pewarna makanan

Percobaan ini memerlukan beberapa es batu berwarna. Oleh karena itu, buatlah es batu berwarna terlebih dahulu. Kamu dapat membuatnya sehari sebelum kegiatan percobaan ini. Ikutilah langkah berikut ini.

Membuat es batu berwarna

1. Campurkan setetes pewarna makanan ke dalam air matang suhu ruang.
2. Masukkan air yang telah diwarnai ke dalam kantong plastik.
3. Ikat kantong plastik tersebut dengan karet gelang.
4. Masukkan kantong plastik berisi air ke dalam lemari es sampai membeku.

Es batu berwarna ini dapat diganti dengan es lilin warna-warni yang mungkin mudah didapatkan.

Langkah Kegiatan Percobaan:

1. Siapkan satu buah gelas ukuran sedang. Isi dengan air panas. Usahakan gelas cukup besar sehingga dapat memuat es batu yang telah dibuat sebelumnya.

2. Masukkan es batu berwarna ke dalam gelas air panas.

3. Amati es batu yang ada di dalam gelas berisi air panas tersebut!

4. Catat apa yang terjadi dengan es batu berwarna tersebut!

Setelah melakukan percobaan tersebut, jawablah pertanyaan panduan berikut ini!

1. Bagaimana bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam air panas? Apakah es batu mencair?

Mengapa demikian

Ukuran mengecil dan mencair. Peristiwa ini terjadi karena pengaruh kalor yang dirambatkan dari air panas

2. Es batu mencair karena mendapatkan panas. Berasal dari manakah panas tersebut?

Dari air panas

3. Apakah zat perantara pada percobaan ini?

Air

4. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa demikian?

Perpindahan panas secara konveksi, karena kalor berpindah disertai dengan berpindahnya zat perantara

5. Sebutkan 3 contoh peristiwa perpindahan panas secara konveksi yang terjadi di sekitar kita!

Merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut, cerobong asap

Kesimpulan

Peristiwa penghantaran panas dimana zat perantaranya ikut berpindah disebut :

PERPINDAHAN PANAS SECARA KONVEKSI

Perpindahan panas secara konveksi pada percobaan di atas adalah es batu mencair karena mendapatkan panas yang berasal dari air.

>>> Halaman 86 – 87

Ayo Membaca

Gambar

Pola Lantai dalam Seni Tari

Pernahkah kamu memperhatikan sebuah pertunjukan tari? Atau mungkin kamu pernah ikut latihan menari di sanggar atau di sekolah? Pada beberapa tarian, terutama tari kelompok, para penari membentuk posisi tertentu dalam tarian.

Ada sebuah tari yang jika diamati, posisi penari membuat bentuk atau formasi tertentu. Bentuk atau formasi tertentu yang dibuat penari dalam sebuah tari dinamakan pola lantai. Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari.

Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal. Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima (perhatikan gambar A).

Gambar A Pola lantai tari daerah.
Gambar Pola lantai tari daerah. (Buku Tematik terpadu kurikulum 2013)

Selain garis lurus, terdapat juga pola garis lengkung. Pola ini pun dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai. Pola lantai itu antara lain berupa lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang (lihat gambar B).

Gambar B Pola lantai tari daerah.
Gambar A dan B Pola lantai tari daerah. (Buku Tematik terpadu kurikulum 2013)

Berikut adalah dua jenis tari daerah yang memiliki pola lantai yang berbeda. Tari pertama adalah Tari Jaran Kepang yang berasal dari Yogyakarta. Tari Jaran Kepang mempunyai pola lantai gabungan antara pola lantai lurus dan lengkung yang sederhana. Pola lantai yang digunakan pada tari ini antara lain pola melingkar, garis lurus ke depan, dan garis
horizontal. Pola lantai pada Tari Jaran Kepang tidak memiliki makna tertentu. Pola lantai dibuat untuk formasi penari.

Tari Jaran Kepang dan Bedhaya Semang.
Tari Jaran Kepang dan Bedhaya Semang. (Buku Tematik terpadu kurikulum 2013)

Berbeda dengan Tari Bedhaya Semang yang juga berasal dari Yogyakarta. Tari klasik ini mempunyai pola lantai yang sudah tertentu dan mempunyai makna tertentu. Pola lantai yang digunakan pada tari ini pun memiliki nama tertentu, seperti gawang jejer wayang, gawang tigatiga, gawang perang, dan gawang kalajengking.

>>> Halaman 88

Ayo Mencoba

Perhatikanlah gambar tari di bawah ini! Bersama dengan teman sekelompokmu, tentukan nama dan gambar pola lantai pada setiap tari daerah di bawah ini.

Lalu pilihlah salah satu tari daerah tersebut. Bersama dengan teman sekelompokmu, peragakanlah pola lantai yang dilakukan oleh penari pada tari tersebut. Gambarkanlah pola lantai tari tersebut!

Pola lantai tari daerah.
Pola lantai tari daerah. (Buku Tematik terpadu kurikulum 2013)

*) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sumber: pontianak.tribunnews.com

Rekomendasi

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 61 62 63 64 65 66

KUNCI JAWABAN Tema 6 Kelas 5 Halaman 106 107 108 109 110 111