Ayo ke tekape..!

Inspiratif, Anak Tukang Becak ini Raih Gelar Doktor di Usia 27 Tahun, Begini Kisahnya

Tekape.id – Datang dari keluarga kurang mampu, seorang mahasiswi dari Departemen Teknik Kimia ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) berhasil membuka mata dunia lewat pencapaian akademik yang luar biasa.

Diusianya yang masih terbilang muda, yakni 27 tahun, ia sudah menyandang gelar doktor. Ia menjadi contoh bagi banyak anak muda karena merampungkan studi S-1 hingga S-3 nya dalam kurun waktu 9 tahun saja.

Lailatul Qomariah. Sumber: Solopos.com

Namanya Lailatul Qomariyah. Adalah seorang putri sulung dari pengayuh becak dan buruh tani yang menginspirasi banyak orang lewat torehan prestasinya yang menakjubkan. Ia mungkin bukan doktor termuda di Indonesia, tetapi kisahnya tetap membuat iri banyak kawula muda.

Perjalanan Lailatul Qomariah

Lailatul Qomariah datang dari keluarga sederhana. Setelah lulus SMA, ia menerima beasiswa bidikmisi dari pemerintah dan mengambil  jurusan Teknologi Industri di ITS lewat Jalur Prestasi (japres).

Tetapi, selama menjalani aktivitas kuliah, wanita yang kerap disapa Laila itu juga disibukkan dengan kegiatan mengajar di lingkungan kampus. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakoninya untuk menutupi kebutuhan hidup sehari – hari.

Ayah Lailatul Qomariah. Sumber: Intisari.grid.id

Usai meraih gelar sarjana, Laila pun mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni S2 dan S3 lewat jalur Fast Track dengan sokongan beasiswa  PMDSU. Fast Track adalah program percepatan kuliah yang memungkinkan seseorang untuk mengambil kuliah S2 sejak semester 6 atau 7 S1 dengan persyaratan tertentu.

Pencapaian Laila ketika wisuda pun terbilang gemilang. Ia menjadi satu – satunya mahasiswi doktoral yang berhasil meraih IPK sempurna 4.00 dari total 85 mahasiswa yang juga mengikuti sidang terbuka.

Dengan pencapaian tersebut, banyak perusahaan tertarik untuk merekrutnya. Bahkan, Laila juga sempat mendapat tawaran untuk meneruskan penelitian di Negeri Sakura. Tetapi, Laila memilih untuk tetap dekat dengan keluarganya dan berkarir di Surabaya.

“Kata siapa orang miskin tidak bisa sukses? Saya sudah membuktikannya. Ayah saya tukang becak dan ibu saya buruh tani. Namun, tekad yang kuat untuk mengangkat martabat kedua orangtua saya, saya menjawabnya dengan prestasi pendidikan,” ujar Laila, sebagaimana dilansir dari

Tribunnews.com


Apa pendapatmu?