in

Kongo Sekarang Menghadapi Wabah Ebola ke-2 di Provinsi Utara

Residents gather after flooding on the the River Hululu, which joins the Rver Lubiriha, near Beni, eastern Congo Thursday, May 21, 2020. Locusts, COVID-19 and deadly flooding pose a "triple threat" to millions of people across East Africa and ongoing heavy rain has killed nearly 300 and displaced about 500,000 people across the region, the International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) warned Thursday, May 21, 2020. (AP Photo/Al-hadji Kudra Maliro)

Pejabat kesehatan telah mengkonfirmasi wabah Ebola kedua di Kongo, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Senin, menambahkan lagi krisis kesehatan bagi negara yang telah berjuang melawan COVID-19 dan wabah campak terbesar di dunia.

Kongo juga belum mengumumkan akhir resmi untuk Ebola di wilayah timurnya yang bermasalah, tempat sedikitnya 2.243 orang tewas sejak wabah mulai terjadi di sana pada Agustus 2018.

Sekarang otoritas kesehatan Kongo telah mengidentifikasi enam kasus termasuk empat kematian di utara dekat Mbandaka, kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi orang,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Empat orang lainnya ditahan dalam isolasi di sebuah rumah sakit di Mbandaka, kata UNICEF.

Para korban meninggal pada 18 Mei, tetapi hasil tes yang mengkonfirmasi Ebola hanya kembali selama akhir pekan, menurut Menteri Kesehatan Kongo Dr Eteni Longondo. WHO mengatakan sudah memiliki tim di lapangan.

Pengumuman ini menandai ke-11 kalinya Ebola menghantam provinsi itu sejak virus tersebut pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1976. Hanya dua tahun lalu wabah menewaskan 33 orang sebelum penyakit itu dikendalikan dalam hitungan bulan.

Kasus terbaru muncul di zona kesehatan Wangata dekat kota pelabuhan Mbandaka, yang merupakan rumah bagi sekitar 1,2 juta.

Sementara itu, di bagian timur pejabat kesehatan masih menunggu untuk mengumumkan akhir epidemi setelah hampir dua tahun. Pasien terakhir yang diketahui ada dirilis pada pertengahan Mei tetapi negara sekarang harus pergi sekitar satu bulan lagi tanpa ada kasus baru sebelum deklarasi dapat dibuat.

COVID-19 telah menyentuh tujuh dari 25 provinsi Kongo, dengan lebih dari 3.000 kasus yang dikonfirmasi dan 72 kematian. Namun, seperti banyak negara Afrika, Kongo telah melakukan pengujian yang sangat terbatas, dan pengamat khawatir jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Halaman 1 | 2

Rekomendasi