in ,

Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55

Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55
Sahabat TEKAPE.ID kamu lagi mencari jawaban tentang Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55 . Tepat sekali, disini kamu akan menemukan jawabannya dan juga akan di bahas tuntas.

Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55

Berikut Ini Jawaban Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55 Darah adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Darah merupakan komponen penting di dalam tubuh yang memengaruhi semua kinerja organ tubuh. Oleh karena itu, organ peredaran darah seperti jantung dan pembuluh darah hendaknya dijaga kesehatannya. Tahukah kamu penyebab terjadinya gangguan pada organ peredaran darah manusia? Hari ini Siti dan teman-temannya membaca majalah, surat kabar, dan beberapa artikel di internet tentang berbagai gangguan pada organ peredaran darah manusia. Mereka ingin mengetahui berbagai penyebab terjadinya gangguan pada organ peredaran darah manusia dan jenis gangguan pada organ peredaran darah manusia. Ayo Menulis Soal 1: Coba cari tahu berbagai penyebab gangguan pada organ peredaran darah manusia. Kamu dapat bertanya kepada orang yang kamu anggap tahu. Kamu juga bisa membaca tentang berbagai penyebab gangguan pada organ peredaran darah manusia dari surat kabar, majalah, ataupun dari internet. Kemudian, tuliskan pada tabel seperti berikut! Penyebab gangguan pada organ peredaran darah manusia Menjaga kesehatan jantung dan peredaran darah itu penting, lo, teman-teman. Sepanjang waktu, jantung dan peredaran darah kita bekerja memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Kebiasaan yang buruk bagi jantung dan peredaran darah bisa memengaruhi cara kerja sel dan jaringan di tubuh. Karenanya, sebaiknya kita menghindari kebiasaan yang bisa berisiko menyebabkan gangguan pada jantung dan peredaran darah, nih. Meski gangguan penyakit jantung dan peredaran darah banyak dialami oleh orang dewasa, tidak ada salahnya kita menghindari kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik sejak kecil, lo. Melansir Bobo.grid.id simak kebiasaan yang tidak baik bagi jantung dan peredaran darah berikut ini: – Tidak Bergerak Aktif Ayo, siapa yang sering bermalas-malasan selama beraktivitas di rumah saja? Mungkin tanpa disadari seharian kamu bermain gim komputer dengan posisi duduk yang tidak berubah. Atau mungkin ada yang keasyikan menonton video di ponsel dengan posisi duduk atau rebahan seharian. Bersantai memang boleh-boleh saja, teman-teman. Namun, kita harus tetap aktif bergerak, seperti berjalan-jalan di sekitar rumah atau melakukan olahraga. Jika ingin bergerak aktif dengan cara yang menyenangkan, kita bisa mengajak anggota keluarga untuk berolahraga bersama-sama di sore hari atau menari bersama. Menurut Harvard Health Publishing, olahraga dan aktivitas fisik penting untuk melawan penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya. Setidaknya, sediakan waktu olahraga atau aktivitas fisik 30 menit sehari, ya. – Tidak Memperhatikan Asupan Makanan Kebiasaan makanan yang kurang diperhatikan juga bisa berisiko menganggu kesehatan jantung dan peredaran darah, nih. Misalnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak, terutama lemak tak jenuh. Makanya, perhatikan juga kandungan dalam makanan dan minuman yang teman-teman konsumsi, ya. Apalagi bagi anak-anak seperti kita, asupan gizi harus seimbang agar pertumbuhan berjalan lancar. Hindari mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak berlebihan seperti makanan dan minuman instan atau kemasan. Sebaiknya, perbanyaklah mengonsumsi makanan seperti sayuran dan buah, juga protein yang baik seperti ikan, unggas, dan kacang-kacangan. – Tidak Memerhatikan Berat Badan yang Sehat Kelebihan berat badan dan obesitas bisa berisiko pada kesehatan jantung dan peredaran darah kita, teman-teman. Ada baiknya kita memantau berat badan yang sesuai dengan tinggi badan kita, supaya berat badan tidak kurang dan tidak lebih. Meski bentuk dan ukuran tubuh banyak dipengaruhi oleh faktor keturunan, berbeda dengan berat badan. Berat badan lebih banyak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi dan aktivitas tubuh. Soal 2: Coba cari tahu berbagai gangguan pada organ peredaran darah manusia. Kamu dapat bertanya kepada orang yang kamu anggap tahu. Kamu juga bisa membaca tentang berbagai gangguan pada organ peredaran darah manusia dari surat kabar, majalah, ataupun dari internet. Kemudian, tuliskan pada tabel seperti berikut. Berbagai gangguan pada organ peredaran darah manusia Gangguan atau kelainan pada sistem peredaran darah dapat terjadi kapanpun. Banyak faktor yang menyebabkan sistem peredaran darah terganggu, seperti faktor keturunan ataupun kerusakan yang disebabkan oleh bakteri. Melansir Kompas.com, inilah sejumlah penyakit atau gangguan sistem peredaran darah Ada beberapa gangguan dan penyakit yang bisa menyerang sistem peredaran tubuh manusia, yakni: – Hipertensi Hipertensi adalah tekanan darah tinggi akibat arterioskleorsis. Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), hipertensi terjadi ketika pembuluh darah tubuh lebih kecil menyempit. Itu menyebabkan darah memberikan tekanan berlebihan pada dinding pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mempertahankan tekanan. Meski jantung dan pembuluh darah dapat mentolerir peningkatan tekanan darah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tapi jantung tetap dapat membesar. Bahkan bisa sampai melemah pada titik kegagalan. Cedera pembuluh darah di ginjal, otak, dan mata juga dapat terjadi. Tekanan darah sebenarnya adalah ukuran dari dua tekanan, yaitu: 1. Tekanan sistolik adalah kekuatan yang diberikan darah pada dinding arteri ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah ke organ dan jaringan perifer. 2. Tekanan distolik adalah tekanan residu yang diberikan pada arteri saat jantung relaks di antara detak jantung. Diagnosa hipertensi dibuat ketika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 milimeter merkuri. Anemia Anemia adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah. Gejala anemia yang paling nyata adalah pucatnya kulit, selaput lendir, dan lapisan kuku. Gejala kekurangan oksigen jaringan meliputi suara-suara yang berdenyut di telinga, pusing, pingsan dan sesak napas. Tindakan kompensasi jantung dapat menyebabkan pembesaran dan denyut nadi yang cepat. Anemia terjadi ketika penghancuran sel darah merah melebihi produksi, produksi darah merah berkurang, atau kehilangan darah akut. Peningkatan kerusakan sel darah merah dapat disebabkan oleh defek sel herediter. Varises Varises adalah pelebaran pembuluh darah di betis. Varises terjadi disejumlah daerah, seperti kaki, kerongkongan. Varises di kaki sejauh ini merupakan lokasi yang paling umum, itu hasil dari kerusakan katup di vena. Katup-katup itu biasanya mencegah darah dari membalikan alirannya setelah pergerakan otot-otot kaki telah memaksa darah naik dan dari vena superfisialis ke vena dalam. Katup vena yang berfungsi mengangkut darah ke jantung tidak menutup dengan benar. Gejala berat biasanya otot-otot kaki kram saat berdiri. Kaki akan membengkak pada akhirnya, kulit meradang dan lembab. Bahkan bisul dapat muncul di sekitar pergelangan kaki dan gumpalan dapat berkembang di pembuluh darah yang sakit. Penyakit jantung Panyakit jantung adalah istilah yang mencakup setiap gangguan pada jantung yang meliputi aritmia, arteri koroner. Contohnya termasuk penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, dan penyakit jantung paru, serta penyakit jantung rematik, hipertensi , radang otot jantung (miokarditis) atau membran dalam atau luarnya (endokarditis, perikarditis), dan penyakit katup jantung. Kelainan alat pacu jantung alami, jantung atau saraf yang melakukan impuls menyebabkan aritmia. Beberapa penyakit jaringan ikat (terutama lupus erythematosus sistemik, rheumatoid arthritis, dan scleroderma) dapat memengaruhi jantung. Gagal jantung dapat terjadi akibat banyak gangguan tersebut. Leukemia Laukemia atau kanker darah adalah peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali. Leukemia didefinasikan sebagai akut atau kronis dan sebagai mielogen (dari sumsum tulang) atau limfositik. Leukemia akut memengaruhi sel-sel yang belum matang. Leukemia berkembang dengan cepat. Gejalanya bisa dengan anemia, demam, perdarahan, dan pembengkan kelenjar getah bening. Sel-sel leukemia terus membelah dalam sumsum tulangyang mengarah pada kematian cepat jika tidak di obati. Untuk mengatasi penyakit tersebut, selain pemberian obat-obatan, pasien diberi transfusi darah atau dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Ambeien (hemeroid) Ambeien adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur. Ambeien dibentuk oleh distensi jaringan vena di bawah selaput lendir yang melapisi saluran di bawah kulit yang melapisi bagian luar anus. Suatu bentuk vareses, wasir dapat berkembang dari infeksi dubur atau dari peningkatan tekanan intra abdominal, seperti terjadi selama kehamilan, saat mengangkat benda berat. Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 55 Buku Tematik SD Gangguan Kesehatan Organ Peredaran Darah, https://pontianak.tribunnews.com/2020/10/13/kunci-jawaban-tema-4-kelas-5-halaman-55-buku-tematik-sd-gangguan-kesehatan-organ-peredaran-darah?page=all. Editor: Rizky Prabowo Rahino

Rekomendasi