Ayo ke tekape..!

Lagi, Mahasiswa Jadi Korban Penembakan, Satu Polisi Jadi Tersangka

Tekape.id – Polri menetapkan satu anggotanya, Brigadir AM, sebagai tersangka terkait tewasnua mahasiswa Halu Oleo Kendari. Brigadir AM dituding mengeluarkan tembakan saat terjadi unjuk rasa mahasiswa 26 September 2019.

“Pembuktian ilmiah sementara ini menunjukkan baru satu tersangka, Brigadir AM yang terbukti melakukan pelanggaran pidana,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Dari hasil pemeriksaan, AM mengaku mengeluarkan tembakan peluru tajam karena spontanitas. ” Itu spontan memberikan tembakan peringatan, tapi tidak memperhitungkan keselamatan,” ucap Dedi.

Dibawa Bareskrim

Selain tidak memperhitungkan keselamatan, AM juga telah melanggar perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang melarang anggotanya membawa peluru tajam saat mengamankan aksi unjuk rasa.

“Sudah ada perintah langsung dari Kapolri setiap pengamanan unjuk rasa seluruh anggota Polri tidak diperbolehkan membawa senjata api, apalagi peluru tajam,” kata dia.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, AM dibawa ke Bareskrim Polri. ” Hari ini untuk tersangka diterbangkan ke Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Korban Demo Kendari Bertambah, 2 Mahasiswa Tewas

M Yusuf Kardawi, mahasiswa jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, dinyatakan meninggal dunia. Yusuf yang sempat kritis menjalani perawatan intensif di RSU Bahteramas, Kendari.

“Iya pasien Muh Yusuf Kardawi (19) menjalani perawatan intensif pascaoperasi di RSU Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara meninggal dunia Jumat, 27 September 2019 sekitar pukul 04.00 WITA,” kata Plt Direktur RSU Bahteramas, dr Sjarif Subijakto.

Yusuf merupakan pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo yang menerima operasi karena cedera serius saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 September 2019.

Yusuf menjadi korban kedua yang tewas setelah aksi ini. Sebelumnya, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO, Randi meninggal saat bentrokan, Kamis, 26 September 2019.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi yang dikorfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan.

“Silahkan konfirmasi ke Polda Sultra,” kata Kapolres Jemi melalui saluran telepon.

Sumber: Dream.id

Apa pendapatmu?