Ayo ke tekape..!

Natuna Memanas, TNI Siagakan Pasukan dan Alutsista, Siap Tempur

Tekape.id – Maraknya Kapal Ikan Asing (KIA) dan klaim China dengan menerobos wilayah Indonesia di laut Natuna menjadi perhatian serius pemerintah.

Menyikapi kondisi itu, ratusan prajurit TNI dan juga alat utama sistem senjata (Alutsista) disiagakan di wilayah tersebut untuk melakukan operasi siaga tempur.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, operasi siaga tempur di wilayah perairan Natuna akan dilakukan mulai tahun ini.

Operasi juga akan melibatkan seluruh unsur, baik laut, udara dan darat.

Berikut ini fakta selengkapnya:

KIA sering langgar perairan Indonesia

Sejumlah KIA asing yang berhasil ditangkap kapal pengawasan perikanan. Saat ini KIA asing tersebut kembali merajalela melakukan pencurian ikan di perairan Natuna.
Sejumlah KIA asing yang berhasil ditangkap kapal pengawasan perikanan. Saat ini KIA asing tersebut kembali merajalela melakukan pencurian ikan di perairan Natuna.

Sejumlah Kapal Ikan Asing (KIA) belakangan marak masuk untuk mencuri ikan di perairan Natuna.

Para kapal asing itu seringkali ditemukan nelayan berada di titik koordinat 108 hingga 109 sebelah utara hingga timur pulau laut. Wilayah perairan itu menjadi tempat favorit KIA karena bersinggungan langsung dengan laut Tiongkok.

“Rata-rata KIA asal Vietnam dan China, masuknya ke sana (titik koordinat 108 hingga 109 atau sebelah utara hingga timur pulau Laut),” kata Ketua Nelayan Kabupaten Natuna, Herman kepada Kompas.com, Selasa (31/12/2019).

Mendapat laporan itu, pemerintah Indonesia langsung bersikap tegas. Tak lama kemudian aparat keamanan yang diterjunkan oleh KKP berhasil menangkap tiga kapal asing milik Vietnam di perairan tersebut.

“Kapal asing di Natuna kita terus melakukan gerakan-gerakan. Begitu saya dapat laporan dari masyarakat, kami langsung kirim orang dan kita menangkap tiga kapal Vietnam,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo, Kamis (2/1/2019).

TNI siaga tempur di Natuna

Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal.
Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal.

Mengantisipasi adanya pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono langsung terjun ke lapangan untuk melakukan operasi siaga tempur.

Dalam operasi siaga tempur itu, TNI mengerahkan 600 personel TNI dan menyiapkan Alutsista yang terdiri 5 KRI, 1 pesawat intai maritim dan 1 pesawat Boeing TNI AU.

“Operasi ini digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara,” kata Yudo dalam keterangan tertulis, Jumat (3/1/2020).

Operasi siaga tempur, lanjut dia, akan dilakukan mulai tahun ini. Baik di darat, laut, hingga udara.

KIA di Natuna pelanggaran kedaulatan

Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal.
Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal.

Maraknya KIA yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia merupakan pelanggaran serius.

Karena itu TNI tidak ingin kecolongan, dan akan melakukan penindakan hukum setiap adanya ancaman kedaulatan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, maraknya KIA masuk di perairan Indonesia merupakan ancaman batas wilayah.

“Dan itu perbuatan yang sangat mengancam kedaulatan Indonesia. Untuk itu, TNI wajib melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar asing yang telah memasuki wilayah dan kegiatan ilegal berupa penangkapan ikan tanpa izin di Indonesia,” kata Yudo, Sabtu (4/1/2020).

Sumber: kompas.com

Apa pendapatmu?