Pelajaran Anak Taman Kanak-kanak ( TK )

Pelajaran Anak Taman Kanak-kanak ( TK )

Pelajaran yang seharusnya anak pelajari di taman kanak-kanak, yaitu:

1. Huruf dan Bunyi

Di TK, anak diajarkan mengenal dan menulis 26 huruf dalam bentuk huruf besar maupun huruf kecil. Mereka juga belajar memahami bunyi dan pelafalan yang benar dari setiap huruf. Umumnya, setelah masuk TK, anak mampu membaca 30 kata yang sering ditemukan, seperti ‘dan’, ‘atau’, ‘di’, dan sebagainya.

Bunda bisa mengasah kemampuan si kecil mengenal huruf dengan membaca bersama anak menggunakan suara lantang. Menurut Susan Quinn, ahli membaca dan guru sekolah dasar di Saint Brendan, New York, membaca bersama dapat membangun kebersamaan dan kesenangan, fokus, konsentrasi, dan kosakata anak. Kalau bisa, cari buku yang diminati dan mudah dipahami anak ya, Bun.

“Selalu mulai dengan buku yang mudah karena ketika mereka merasa berhasil, itu akan memacu mereka. Sehingga mereka akan baca lebih banyak lagi,” ujar Quinn.

5. Waktu dan Musim4. Bentuk dan Benda3. Angka dan Berhitung2. Menulis

Setelah mengenal huruf, guru mulai mengajari anak menulis kata-kata sederhana. Setelah itu, mereka juga diajari menulis kalimat pendek dan sederhana. Di rumah, Bunda bisa mendorong kemampuan menulis anak dengan menyediakan alat-alat tulis seperti pensil, pulpen, pewarna, dan kertas. Minta mereka menuliskan beberapa kalimat sederhana yang menceritakan pengalamannya di sekolah. Kemudian, pajang tulisan-tulisan tersebut di pintu lemari es atau di dinding kamar. Hal ini bisa bikin anak termotivasi dan bangga dengan tulisannya lho, Bun.

Anak yang sudah bersekolah di taman kanak-kanak sudah diajarkan mengenal angka dan mulai bisa berhitung. Umumnya mereka bisa menghitung objek hingga jumlah 30. Beberapa dari mereka juga diajarkan penjumlahan dan pengurangan.

Pelajaran penjumlahan dan pengurangan ini akan berlanjut ketika anak memasuki sekolah dasar.
Latih kemampuan berhitung si kecil dengan cara sederhana dan menyenangkan ya, Bun. Misalnya, memasukkan mainan ke kotak sambil menghitungnya. Cara lainnya, minta anak menghitung sambil mengambil sejumlah cabai yang akan Bunda gunakan untuk masak.

Di TK, anak diajarkan macam-macam bentuk yang sering ditemui, seperti lingkaran, segitiga, kotak, persegi panjang, dan sebagainya. Anak juga diajarkan mengelompokkan benda berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran. Untuk belajar di rumah, Bunda bisa meminta anak mengumpulkan lego sesuai dengan bentuk dan warnanya. Bisa juga dengan memilah permen cokelat berdasarkan warna.

Anak TK sudah mampu mengidentifikasi waktu pada kegiatan sehari-hari. Misalnya, berangkat sekolah jam 8 pagi atau makan siang jam 12 siang walaupun mereka belum sepenuhnya memahami konsep waktu. Karena waktu jadi konsep abstrak untuk anak prasekolah. Bantu anak memahami waktu dengan kalimat yang mudah dimengerti ya, Bun.

Gunakan keterangan waktu seperti pagi, siang, sore, malam, hari ini, kemarin, besok, dan lusa untuk menjelaskan waktu melakukan kegiatan tertentu. Anak juga sudah bisa diajarkan tentang perubahan musim. Misalnya, ciri-ciri musim hujan dan apa yang bisa digunakan untuk berlindung dari hujan.

Dilansir detikcom, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K) dari RSUD Soetomo Surabaya menyarankan agar anak TK lebih baik diajarkan membina hubungan dengan orang lain daripada diajarkan membaca, menulis, dan berhitung.

Kalau anak sudah siap belajar membaca, menulis, dan berhitung tentu tidak apa-apa dimasukkan ke taman kanak-kanak yang berfokus pada kemampuan tersebut. Tapi, kalau anak belum siap, nggak usah dipaksa.

“Kalau perkembangannya normal, mungkin tidak berpengaruh negatif. Tetapi, kalau ada keterlambatan dan terus dipaksakan saat umur 4 atau 5 tahun jelas berpengaruh negatif pada anak,” jelas pria yang akrab disapa dr Wawan ini.

sumber: haibunda.com

Tinggalkan komentar