pelajaran apa yang kamu peroleh setelah mempelajari sejarah kedatangan dan awal pemerintahan jepang

Dari sejarah kedatangan dan awal pemerintahan Jepang, saya belajar tentang bagaimana Jepang berkembang menjadi negara yang kuat dan berpengaruh di dunia. Saya juga belajar tentang bagaimana Jepang mengadopsi dan mengembangkan teknologi dan ide-ide dari negara lain, serta bagaimana Jepang telah mengalami berbagai perubahan dan transformasi selama bertahun-tahun. Saya juga belajar tentang bagaimana Jepang telah mengalami beberapa peristiwa penting dalam sejarahnya, seperti Perang Dunia II dan bagaimana Jepang memulihkan diri setelah perang tersebut. Selain itu, saya juga belajar tentang bagaimana Jepang telah berinteraksi dengan negara lain di dunia dan bagaimana hubungannya dengan negara-negara di sekitarnya telah berubah selama bertahun-tahun.

Jawaban:

Pelajaran yang dapat diperoleh setelah mempelajari sejarah kedatangan dan awal pemerintahan jepang diindonesia:

Terutama dalam kegiatan politik di Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang, orang Indonesia diijinkan untuk menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa Indonesia. Oleh karena itu bahasa Indonesia berkembang menjadi bahasa nasional.

Dalam badan bentukan Jepang yaitu BPUPKI dan PPKI dihasilkan pancasila sebagai dasar Negara . jepang juga memperkenalakan sistem pemerintahan sentralisasi. Jepang memperbolehkan lagu Indonesia Raya diperdengarkan di radio-radio sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat mengenalinya dan membumi.

Jepang memperkenalkan upaca di sekolah dalam sistem Nippon sentries.

Jepang melatih pemuda pemudi Indonesia untuk berperang walaupun saat itu Jepang melatih untuk melawan Sekutu namun digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai bekal untuk mengusir penjajah.

Pembahasan:

Pada tahap awal pendudukan, orang Jepang bertekad mengeksploitasi sumber daya dan tidak membuat konsesi politik terhadap nasionalisme Indonesia.

Seiring dengan itu, penghapusan pengaruh Belanda dan mobilisasi penduduk untuk usaha perang Jepang menuntut indoktrinasi sistematis orang Indonesia di seluruh nusantara Meskipun propaganda terus-menerus ini gagal meyakinkan orang Indonesia tentang superioritas budaya Jepang, namun justru mengintensifkan sikap anti-Barat dan nasionalistik, yang dalam prosesnya membantu menyatukan orang-orang Indonesia dalam komitmen mereka terhadap kemerdekaan

Upacara bendera patriotik dan ritual militer diperkenalkan ke sekolah-sekolah.

Bahasa-bahasa Barat dilarang dan ada beberapa upaya yang tidak berhasil untuk mempromosikan bahasa Jepang di antara populasi

Pada akhirnya, meskipun, bahasa Melayu “menjadi kendaraan linguistik utama untuk propganda dan statusnya sebagai bahasa nasional ditingkatkan”. Faktor pemersatu dari langkah ini penting karena ada lebih dari 20 bahasa berbeda yang digunakan di nusantara. Memang, hanya setelah pendudukan Jepang, bahasa Melayu dinyatakan sebagai bahasa nasional dan kemudian diadopsi secara luas oleh orang Indonesia. Akhirnya, Jepang mengganti fokus pendidikan sentris Eropa-sentris dengan yang menekankan budaya, seni dan musik Hindia Belanda, sehingga berkontribusi pada pengembangan rasa identitas yang umum. Jumlah perubahan ini membuktikan bahwa tanpa intervensi Jepang, Nasionalisme Indonesia tidak akan pernah muncul sebagai gerakan massa.

Selama penjajahan, budaya dan bahasa Jepang, mulai mempengaruhi bahasa, terutama kosa kata. Penetrasi budaya yang mempengaruhi bahasa dan budaya Indonesia juga masih terjadi di era modern. Meskipun demikian, pengaruhnya tidak lagi melalui kolonisasi, namun melalui budaya dan globalisasi yang populer.  Bahasa Jepang memengaruhi bahasa dan budaya. Namun, pengaruhnya tidak sepenting Belanda dan Portugis. Japancolonized Indonesia hanya sekitar 3,5 tahun, dalam waktu singkat, pemerintah Jepang memaksa orang untuk belajar bahasa Jepang.

Jepang memperkenalakan sistem pertanian atau bercocol tanam secara efisien sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pangan. Jepang membentuk koperasi yagn bertujuan utnuk kepentignan bersama. Untuk masa sekarang koperasi digunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Rakyat juga mempelajari sistem pemerataan ekonomi karena bahan makanan yang tidak didistribusikan dengan baik saat masa penjajahan Jepang