in

Mendagri Persoalkan AD/ART, FPI Undang Tito Tabayun soal Khilafah Islamiyah

Tekape.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti soal khilafah Islamiyah yang ada dalam visi-misi Front Pembela Islam (FPI). Juru bicara FPI, Slamet Maarif, mengundang Tito ke markasnya untuk tabayun soal khilafah Islamiyah.

“Gunakan tafsir dari FPI, jangan tafsir orang lain. Saran saya Pak Tito datang ke Petamburan untuk tabayun,” kata Slamet lewat pesan singkat, Kamis (28/11/2019).

Visi-misi FPI tengah disorot setelah Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan rekomendasi perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI ke Kemendagri. Visi-misi FPI juga dibahas dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR dengan Mendagri Tito.

Kalimat visi-misi FPI yang disorot adalah:

‘Visi dan Misi organisasi FPI adalah penerapan Syariat Islam secara kaffah di bawah naungan khilaafah Islaamiyyah menurut manhaj nubuwwah, melalui pelaksanaan Da’wah, penegakan Hisbah dan Pengamalan Jihad’

Slamet mengatakan visi-misi FPI telah dijelaskan ke Kemenag. Dia mengatakan maksud kalimat tersebut juga sudah dijelaskan dalam AD/ART FPI.

“Itu hasil Munas FPI tahun 2013 dan maksud dari kalimat itu ada dalam penjelasan AD/ART dan kita sudah jelaskan dengan Depag (Kemenag) karena memang wewenang Depag sesuai dengan tupoksinya,” kata Slamet.

Dia lalu menyinggung soal Kemenag yang sudah memberikan rekomendasi kepada Kemendagri. Saat ini proses pengurusan SKT FPI pun ditangani Kemendagri.

Jika proses pengurusan SKT mandek di Kemendagri, Slamet menilai ada persoalan politis.

“Sekarang Depag sudah keluarkan rekomendasi seharusnya Kemendagri tidak punya alasan untuk tidak keluarkan SKT. Kalau SKT tidak dikeluarkan ini makin jelas urusannya politis” ucap dia.

Halaman 1 2

Rekomendasi

Written by Devina Putri