in

RG Bilang Jokowi tak Paham Pancasila, Mahfud, Moeldoko dan Stafsus Angkat Bicara

Tekape.id – Pernyataan soal Jokowi yang tak paham Pancasila disampaikan Rocky dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One.

Rocky dengan gamblang mengatakan tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi. Dia menilai, Jokowi hanya hafal Pancasila namun tak memahaminya.

“Saya tidak Pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang Pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi Pancasila, Presiden juga tak mengerti Pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham, dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS,” kata Rocky.

Sontak saja pernyataan Rocky Gerung tersebut menjadi perbincangan hangat dan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, tak terkecuali kkepala staf kepresidenan, menteri kabinet dan staf khusus presiden.

Tanggapan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko justru menilai betapa pentingnya program BPJS Kesehatan.

“Saya pikir, itu cara menilainya itu kacamatanya buram. Kalau kaca matanya jernih melihatnya adalah bahwa program BPJS itu sebuah program yang tidak semua negara mampu,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Kritikan Rocky kepada Jokowi memang terkait masalah BPJS Kesehatan. Namun Moeldoko mengatakan, jangan langsung BPJS Kesehatan dikaitkan dengan Pancasila.

“Memang ini memang berat. Jadi kalau itu berat maka kan harus ada upaya untuk meringankan beban APBN kan itu. Jadi jangan melihatnya langsung dikaitkan dengan Pancasila,” katanya.

Moeldoko mengatakan, Jokowi memahami betul Pancasila. Moeldoko mencontohkan acara presidential lecture internalisasi dan pembumian Pancasila yang disampaikan Jokowi, kemarin (3/12).

Halaman 1 2 3

Rekomendasi

Written by Devina Putri