in

Rumput Laut Dikenal Sebagai Bahan Baku Pembuatan

Rrumput Laut Dikenal Sebagai Bahan Baku Pembuatan berbagai macam olahan makanan contohnya agar-agar

Secara botani, yang dimaksud sebagai rumput laut adalah lamun, sekelompok tumbuhan sejati anggota kelompok monokotil yang telah beradaptasi dengan air laut, bahkan tergantung pada lingkungan ini. Lamun kurang berarti secara ekonomi bagi manusia, tetapi padang lamun menjadi tempat hidup yang disukai berbagai penghuni perairan laut dangkal di daerah tropika.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut:

Kejernihan air laut.
Suhu perairan sejuk
Arus laut tidak begitu besar.
Kedalaman laut antara 20-30 m.

Manfaat Rumput Laut untuk Kesehatan

Rumput laut memiliki rasa yang gurih. Selain menelan rasa gurihnya, Anda juga bisa menikmati aneka manfaat kesehatan dari rumput laut.

Rumput laut merupakan sejenis ganggang yang tumbuh di laut. Mereka juga merupakan sumber makanan bagi kehidupan di laut.

Rumput laut tumbuh di sepanjang garis pantai karang di seluruh dunia. Namun, umumnya mereka ditemukan di negara-negara Asia seperti Jepang, Korea, dan China.

Rumput laut digunakan di banyak hidangan, termasuk di antaranya sushi, sup, salad, dan sebagai suplemen.

Mengutip Healthline, berikut manfaat rumput laut.

1. Menjaga fungsi tiroid
Kelenjar tiroid melepaskan hormon yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan memproduksi energi. Yodium membantu kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tersebut.

Setiap orang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan asupan yodium harian sebanyak 150 mcg (0,15 mg).

Namun, jumlah yodium dalam setiap rumput laut saling berbeda satu sama lain, tergantung pada jenis, lokasi tumbuh, dan pemrosesan. Rumput laut nori umumnya mengandung 37 mcg (25 persen kebutuhan harian), rumput laut wakame mengandung 139 mcg (93 persen kebutuhan harian), dan rumput laut kombu 2.523 mcg.

Selain dianggap sebagai sumber yodium terbaik, rumput laut juga mengandung asam amino yang disebut tirosin. Bersama yodium, tirosin menciptakan dua hormon yang membantu kelenjar tiroid berfungsi dengan baik.

2. Sumber vitamin dan mineral
Setiap jenis rumput laut memiliki nutrisi yang unik. Secara umum, 1 sendok makan (7 gram) rumput laut mengandung sekitar 20 kalori, 1,7 gram karbohidrat, 4 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 0,3 gram serat.

Selain itu, rumput laut juga mengandung vitamin A, C, E, dan K bersama dengan folat, zync, natrium, kalsium, dan magnesium.

3. Sebagai antioksidan
Antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang merusak sel-sel dalam tubuh. Radikal bebas dianggap sebagai penyebab dasar dari beberapa penyakit seperti jantung dan diabetes.

Selain mengandung sejumlah vitamin, rumput laut juga menyimpan beragam senyawa antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid yang terbukti melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

4. Menjaga pencernaan dan kesehatan usus
Bakteri pada usus punya peran besar dalam kesehatan Anda. Ketidakseimbangan antara bakteri baik dan buruk pada usus dapat menimbulkan penyakit.

Rumput laut menjadi sumber serat yang baik untuk menjaga usus tetap sehat. Serat mengambil sebanyak 25-75 persen bagian dari rumput laut kering.

5. Membantu menurunkan berat badan
Rumput laut mengandung sedikit kalori dan banyak serat. Serat dalam rumput laut bisa membantu memperlambat pengosongan lambung. Hal ini membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan menunda rasa lapar.

Rumput laut juga dianggap dapat membantu mengurangi lemak dalam tubuh. Sejumlah penelitian pada hewan menemukan, fucoxanthin–zat yang ada di dalam rumput laut–dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

6. Menekan risiko penyakit jantung
Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risikonya.

Rumput laut ditemukan dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah yang ditemukan dalam sebuah studi pada tikus.

Selain kolesterol tinggi, penyakit jantung juga bisa disebabkan oleh pembekuan darah. Fucans–karbohidrat dalam rumput laut–disebut dapat membantu mencegah pembekuan darah.

Kendati demikian, uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Rekomendasi