in ,

Sambil Bertakbir, Ratusan Santri Usir Wisatawan di Pantai Aceh Timur

Tekape.id – Awalnya, para santri yang bergerak dari arah barat dan timur itu berkumpul di halaman salah satu masjid di Kecamatan Peureulak. Lalu mereka bergerak menuju Kuala Leuge dengan menumpang sejumlah mobil bak terbuka, seperti L-300 pic-up dan mobil dumtruk.

Sesampai di Kuala Leuge, mereka menyisir bibir pantai sambil mengumandangkan azan dan membaca ayat-ayat Alqur’an. Para santri membubarkan pengunjung pantai karena dianggap objek wisata pantai dapat mengarah kepada kemaksiatan, apalagi disaat mandi di laut otomatis bercampur antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

“Wahai umat islam yang sedang berwisata di pantai, mari kita jauhkan maksiat dan mari kita mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat-Nya,” seru Tgk. Ishak, salah satu santri dalam aksi pembubaran wisata pantai di Kuala Leuge Peureulak.

Salah satu santri mengumandangkan azan ketika melakukan pengusiran pengunjung di pantai Kuala Leuge.

Sambil bertakbir dan bertahlil, para santri juga menyisir beberapa tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya muda-mudi. Satu persatu pengunjung pantai yang sebelumnya sedang mandi di laut bergerak ke darat untuk bersiap-siap pulang bersama keluarga.

Bukan sebatas menyisir, tapi para santri juga berkumpul membacakan do’a di pinggir pantai dengan harapan dijauhkan malapetaka dari bumi Aceh. “Mari kita jauhkan perbuatan yang dilarang Allah dan Rasulullah SAW,” tandas Tgk Ishak dengan lantang.

Hal yang sama juga diutarakan Tgk M Ikbal. Dia justru menilai berwisata di pantai justru mengundang musibah, karena ketiadaan batasan antara laki-laki dan perempuan sama halnya menciptakan maksiat.

“Oleh karenanya kami berharap umat Islam di seluruh Aceh untuk sama-sama menjaga bumi yang bersyariat Islam ini,” ujar Tgk M Ikbal.

Usai berorasi, ratusan santri yang mengenakan baju jubah putih dengan mengangkat Bendera Tauhid kembali menaiki mobil bak terbuka menuju beberapa objek wisata pantai lainnya di Aceh Timur, seperti Pantai Kuala Peudawa dan Kuala Idi. Menjelang sore, para santri dari beberapa pondok pesantren itu lalu membubarkan diri dengan kembali ke dayahnya masing-masing.

Sumber: Celebestopnews.com

Rekomendasi

Written by Meita Putri