in

Sang Ayah Difabel karena Stroke, Siswi Kelas 3 SD Jadi Tulang Punggung Keluarga

Tekape.id – Kurnisun baru duduk di kelas 3 SD. Ibunya meninggal dua tahun lalu. Kini, ia tinggal bersama sang ayah yang penyandang disabilitas karena stroke, Slamet Suhoyo (65).

Di usianya, Kurnisun mesti menjadi tulang punggung keluarga. Di Tengah siang yang terik, Kurnisun dan ayahnya beristirahat. Sekadar bersandar di dinding bangunan tanpa penghuni di Jl Kalitanjung. Gadis cilik itu membuka botol air mineral yang masih tersegel, kemudian memberikannya kepada sang ayah.

Kurnisun masih bersekolah di SDN 1 Talun, Kabupaten Cirebon. Selain sekolah, membantu sang ayah mencari uang adalah kegiatan sehari-harinya.

“Sudah makan,” jawab Kurnisun menjawab pertanyaan Radar Cirebon, Jumat (22/11).

Ayah dan anak itu hanya tinggal berdua di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kkabupaten Cirebon. Slamet menderita stroke tidak lama pasca kepergian mendiang istri.

Ia, memiliki 2 orang anak. Namun anak bungsunya, adik Kurnisun, diurus oleh seorang guru di Bandung. Belum jelas siapa guru yang dimaksud.

Perempuan 8 tahun ini pulang sekolah sekitar pukul 13.00. Selepas itu, tanggung jawabnya dimulai.

Menggunakan ojek, mereka berdua pergi ke Jl Kalitanjung, sesampainya di lokasi, jalan sepanjang perempatan lampu merah Kalitanjung hingga kawasan Taman Air Goa Sunyaragi pun dijajaki. Bukannya bugar. Sambil gemetar, genggaman tangan Slamet tidak pernah terlepas dari tangan putrinya.

“Kalau tidak bekerja seperti ini ya tidak makan. Cuma kalau lagi kerasa, nggak bisa kemana-mana. Ya pasti ada aja tetangga yang ngasih makanan atau uang,” kata Slamet.

Namun meski begitu, Slamet tidak ingin mengajarkan putrinya untuk berpangku tangan. Berdiam diri di rumah, tanpa usaha apapun untuk mendapatkan uang.

Halaman 1 2

Rekomendasi

Written by Devina Putri