Setelah Heboh Anggaran Influencer 5 M, Kadis Pariwisata DKI Mundur

Tekape.id – Berdasarkan informasi Chaidir, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) DKI Jakarta, menyatakan bahwa Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedy telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sejak kamis, 31 Oktober 2019.

Katanya: “Per tanggal 31 semalam dia mengundurkan diri.” Selanjutnya dia menegaskan bahwa Edy mengundurkan diri atas permintaannya sendiri dan tidak ada pihak manapun yang menekan dia untuk mundur.

Ketika dikonfirmasi tentang keterkaitan hebohnya anggaran Influencer sebesar Rp. 5 miliar dengan pengunduran diri Edy Junaedy, Chaidir membantah tegas keterkaitan tersebut. Dia menegaskan tidak ada sama sekali hubungan pengunduran diri Edy Junaedy dengan kasus anggaran Rp. 5 miliar untuk membayar influencer dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) untuk 2020. “Tidaklah, tidak ada kaitan ke situ (anggaran influencer). Dia mau mengundurkan diri saja, mengundurkan diri atas permintaan sendiri,” tegas Chaidir.

Edy Junaedy sempat menanggapi polemik yang berkembang tentang anggaran Rp 5 miliar yang masuk dalam dokumen KUA-PPAS 2020 yang dianggarkan untuk membayar 5 influencer tersebut, pada hari Senin, tanggal 28 Oktober 2019. Dia menjelaskan bahwa biaya anggaran Rp 5 miliar tidak hanya untuk influencer saja. Di dalam anggaran tersebut ada biaya macam-macam. “Saya luruskan, anggaran itu bukan satu influencer Rp 1 miliar. Di dalamnya itu ada macam-macam, ada belanja event dan biaya publikasi,” katanya.

Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa kegiatan seperti yang dianggarkan pada dokumen KUA-PPAS 2020 sudah biasa diterapkan selama bertahun-tahun. Tapi, anggaran yang telah disusun dalam rancangan KUA-PPAS 2020 pada awal Oktober 2018 lalu kemudian dicoret, dan dialihkan untuk dimasukan dalam anggaran mobil listrik Formula 2020.

Chaidir menambahkan bahwa Edy melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pariwisata DKI karena ingin menjadi Staf Dinas Pariwisata di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jadi tidak ada sama sekali keterkaitan dengan dana anggaran Rp. 5 miliar tersebut. “Dia ingin ke sana minatnya, ingin jadi staf anjungan Taman Mini,” imbuhnya.

Namun sayang Edy tidak dapat dihubungi pada hari Jumat siang (31/10/2019) untuk dikonfirmasi. Sebelum pengunduran diri Edy, polemik anggaran Rp. 5 miliar viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak.

Apa pendapatmu?
You might also like
close