Siapakah penemu proton,elektron,neutron?

Pertanyaan:

Siapakah penemu proton,elektron,neutron?

 

Jawaban:

Penemu proton, elektron, dan neutron:

Elektron: ditemukan oleh JJ Thomson pada tahun 1897

Proton: ditemukan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1911

Neutron: ditemukan oleh James Chadwick pada tahun 1932

Proton, elektron dan neutron adalah komponen penyusun atom.

Pembahasan:

Elektron:

Sir Joseph John Thomson (1856-1940) adalah seorang fisikawan Inggris, yang berjasa dalam penemuan dan identifikasi elektron. Atas penemuannya ini JJ Thomson dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Fisika pada tahun 1906.

Para ilmuwan awalnya menduga bahwa listrik ditransmisikan oleh partikel kecil yang terkait dengan atom. Gagasan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1830-an.

Pada tahun 1890-an, J.J. Thomson berhasil menemukan partikel ini dengan melakukan eksperimen dengan partikel bermuatan gas. Pada tahun 1897 ia menunjukkan bahwa sinar katoda, yaitu radiasi yang dipancarkan saat tegangan diaplikasikan di antara dua pelat logam, terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan listrik.

Partikel ini diberi nama “elektron” oleh Thomson. Thomson juga menyimpulkan bahwa elektron adalah bagian dari atom.

Proton:

Proton ditemukan oleh ilmuwan Inggris, Ernest Rutherford pada tahun 1911, melalui percobaan peluruhan inti atom. Dia menemukan bahwa inti atom mengandung suatu partikel bermuatan positif, yang dikelilingi oleh elektron di bagian luar yang bermuatan negatif.

Dalam pengamatannya, suatu unsur dapat mengalami peluruhan dn berubah menjdi unsur lain, ketika jumlah komponen inti atom yang bermuatan positif ini berubah jumlahnya. Rutherford menamakan komponen ini sebagai “proton”.

Dari penemuannya ini, Rutherford membentuk model Atom yang dinamakan Model Rutherford.

Neutron:

Pengamatan dari radiaasi inti atom menunjukkan adanya suatu partikel yang bermassa, namun tak bermuatan. Radiasi dari partikel ini disebut radiasi gamma. Pengamatan radiasi ini menghasilkan ditemukannya Neutron oleh ilmuwan Inggris, James Chadwick pada tahun 1932.

Atas penemuannya ini, James Chadwick dianugerahi Hadiah Nobel bidang Fisika pada tahun 1935.

sumber: brainly.co.id

Tinggalkan komentar