Sungadi Pemuda Jumbo Asal Sragen Berbobot 1,4 Kuintal, Bisa Makan 9 Kali Sehari

Tekape.id – Kasus kelebihan berat badan alias over weight ternyata juga ada di Sragen. Seorang pemuda bernama Sungadi (21) warga Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, memiliki berat badan cukup fantastis.

Pemuda itu memiliki bobot 140 kilogram atau hampir satu setengah kuintal. Putra kelima dari pasangan Suwarno (50) dan Tukiyem (40) ini, memiliki bobot mencapai 140 kilogram.

Berat badan berlebihan ini bahkan sudah dialami Sungadi sejak lahir. Sungadi bahkan terbilang menjadi orang terberat di Sragen saat ini.

“Dulu waktu baru lahir saja beratnya sudah 4,8 kilogram. Kondisinya jadi susah gerak. Sungadi itu bahkan baru bisa jalan mulai umur 5 tahun,” kata Suwarno, saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis 19 September 2019.

Suwarno menerangkan, kondisi gemuk yang dialami Sungadi membuat nafsu makannya juga berlebih. Saat ini dirinya selalu berusaha membatasi agar Sungadi makan tiga kali sehari saja. Sebab jika tidak dibatasi, Sungadi bahkan kuat makan hingga sembilan kali dalam sehari.

“Ya kalau makanan kesukaannya bakso. Ya orang gemuk ya makannya kayak gitu Mas, kuat sekali. Kalau untuk minum ya air putih biasa,” terang Suwarno.

Meski berbadan jumbo, keseharian Sungadi masih terbilang aktif. Ia bahkan masih bisa bekerja sebagai buruh pengupas jagung. Namun jika ada tetangga yang sedang membangun, Sungadi memilih membantu jadi kuli bangunan.

“Anaknya cerdas sebenarnya, hanya bicaranya saja yang kurang jelas. Kalau ada tetangga yang sedang bangun rumah, langsung bantu-bantu sebisanya. Dia yang penting kerja, nggak pernah mematok bayaran. Seikhlasnya saja orang mau kasih berapa nggak pernah protes,” kata Suwarno.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr Hargiyanto menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga Sungadi.

Dinkes juga telah menginstruksikan petugas Puskesmas setempat, untuk mengupayakan pemeriksaan rutin serta memberikan solusi terkait obesitas yang diderita Sungadi.

“Meskipun kondisinya gemuk, tapi masih cukup lincah. Namun tetap harus diperiksa untuk mengantisipasi komplikasi-komplikasi yang berpotensi mengganggu kesehatannya. Jangan sampai anak ini sakit gula tipe satu, karena penanganannya cukup sulit, harus disuntik insulin setiap hari. Perlu juga dikontrol pola makannya,” terang Hargiyanto.

Sumber: Teras.id

Apa pendapatmu?
You might also like
close