in ,

Begini Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains (Spesiasi)

Begini Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains (Spesiasi)
Begini Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains (Spesiasi)

Halo sahabat setia TEKAPE.ID kali ini kita akan belajar tentang Begini Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains (Spesiasi). Nah mari langsung saja kita simak ya.

 

Begini Cara Menciptakan Hewan Baru dengan Sains (Spesiasi)

 

Sampai saat ini, memang ada beberapa teori dalam ilmu sains yang bisa membuat spesies baru dari spesies-spesies yang sudah ada atau telah punah. Hal ini dinamakan dengan spesiasi. Spesiasi ini lah yang menjadi salah satu faktor terjadinya evolusi. Lalu, apa saja, sih, yang termasuk ke dalam spesiasi?

 

Isolasi postzigotik-1

Iya, terkadang dua spesies yang berbeda bisa kawin dan membuat keturunan sehingga menjadi makhluk baru. Singa dan harimau, misalnya. Mereka adalah dua jenis hewan yang berbeda. Singa merupakan jenis Panthera leo, sementara harimau Panthera tigris. Tapi, jika “dikawinpaksakan”, mereka akan menghasilkan keturunan baru yang tidak ada sebelumnya. Jika singa jantan dikawinkan dengan harimau betina, maka akan menghasilkan spesies bernama liger. Di sisi lain, kalau kita mengawinkan singa betina dan harimau jantan, akan membuat spesies baru bernama tigon.

 

Para ilmuwan menyebut hewan-hewan hasil kawin paksa ini dengan sebutan “hewan hibrid”. Tentu, kita tidak bisa sembarang memaksakan spesies yang jauh berbeda untuk dikawinkan. Burung dan kuda, misalnya. Atau Denny dan ikan. Tidak bisa dikawinkan menjadi Denny Manusia Ikan.

 

Lalu, kenapa kita tidak pernah menemukan liger dan tigon di alam? Kenapa gak ada nama hewan ini di buku nama-nama hewan anak kecil? Ya karena pada dasarnya, habitat hidup singa dan harimau sangat berbeda. Makanya, mereka gak akan saling ketemu di alam liar.

 

Adapun hewan lain yang terbukti bisa dikawinsilangkan adalah kuda dengan keledai. Keturunan keledai jantan dan kuda betina akan melahirkan hewan bernama mule. Ingat ya. Mule. Kalo hewan yang jago ngomong bahasa inggris… namanya hewan bule. Kalo hewan yang suka karaokean, namanya hewan smule. Bentar, kok ini jadi main tebak-tebakan.

 

Masalahnya, keturunan dari hewan-hewan yang “dikawinpaksa” ini akan menjadi salah satu di antara 2 efek ini: mengalami kematian/inviabilitas (ini kalo spesiesnya benar-benar jauh. Contoh: Kuda pejantan, dan kuda laut.)

 

Adapun efek lainnya adalah, keturunan hewan hibrid menjadi steril (mandul). Iya, semua liger, tigon, dan mule adalah hewan-hewan mandul yang tidak akan bisa berkembang biak lagi. Apalagi si mule (karena jumlah kromosom kuda dan keledai aja beda, jadi sebenernya spesies induknya cukup “jauh”).

 

Nah, isolasi jenis ini dinamakan dengan isolasi postzigotik. Karena hambatannya muncul setelah zigot terbentuk (dari hasil kawin).

isolasi prazigotik-1

 

Selain postzigotik, ada juga yang dinamakan prazigotik. Isolasi prazigotik adalah hambatan yang terjadi, bahkan sebelum terbentuknya zigot. Meski begitu, dia juga pada akhirnya akan memunculkan spesies baru kok. Contoh paling gampang adalah katak dan kodok. Pada awalnya, mereka adalah satu spesies yaitu pangeran amfibi.

 

Masalahnya, si amfibi ini punya perbedaan habitat. Meskipun ada di wilayah yang sama, amfibi yang satu hobinya nongkrong di air, main ke sawah. Sementara amfibi yang satu lagi suka di tempat kering, ngeliatin bintang dan manjat-manjat pohon

 

Pada akhirnya, lama kelamaan, amfibi ini menjadi dua spesies yang berbeda. Amfibi yang hobi ke sawah menjadi kodok, sementara yang suka manjat pohon menjadi katak pohon. Beda, kan, dengan isolasi postzigotik di mana pada katak dan kodok, bahkan gak ada dua spesies yang kawin, lalu membentuk zigot, dan lahir makhluk baru. Makanya disebut prazigotik. Untuk kasus katak dan kodok ini, karena faktor yang memengaruhi adalah ekologi/habitat, maka disebut isolasi habitat.

 

Contoh lain? Boleh.

 

DI Amerika Utara, ada jenis burung yang bernama Meadowlark. Secara fisik, burung ini berwarna cokelat, punya corak kekuningan dan hitam di lehernya. Tapi, satu hal yang unik adalah, burung ini suka bernyanyi.

 

Dan iya, tidak semua burung ini punya cara bernyanyi yang sama. Ada kelompok burung yang lebih suka nyanyi penuh melodi dan kicauan yang jelas. Di sisi lain, ada kelompok burung yang kicauannya cenderung panjang kayak bunyi suling. Ternyata, kicauan ini menarik jenis betina yang berbeda juga. Ada tipe cewek yang suka sama cowok skillfull, ada yang sukanya sama burung-burung pedangdut. Alhasil, lama-kelamaan mereka menjadi dua jenis burung yang berbeda: burung Meadowlark Barat untuk burung yang suka berkicau panjang seperti suling, dan Meadowlark Timur untuk burung yang kicauannya pendek-pendek dan penuh melodi.

Isolasi prazigotik seperti ini, dinamakan dengan isolasi tingkah laku.

domestikasi-1

Cara lain untuk membuat spesies baru adalah dengan penjinakan atau domestikasi. Iya, kita bisa ngebuat spesies baru cuma dengan “melihara” spesies yang udah ada aja. Sekarang coba bayangkan kucing rumah yang lucu itu. Gembul, berbulu lebat, dan berhidung pesek. Lalu bayangkan dia hidup di hutan. Kira-kira apa yang terjadi? Jangankan ke hutan. Ke pasar depan rumah aja digorok kucing garong.

 

Itu artinya, udah ada perubahan spesies dari yang semula kucing punya sifat liar, tinggal di hutan, dan berandalan, menjadi hewan berkaki empat yang ngeliat timun aja jerit. Bahkan, baru-baru ini sudah ada peneliti yang berhasil mendomestikasi rubah merah. Nggak, jangan ngebayangin menjinakkan rubah ini kayak kita melihara anjing biasa. Penelitian untuk “ngejinakin” ini aja butuh waktu 60 tahun. Karena, ya, memang secara genetis dia berbeda kayak anjing. Rubah nggak punya sifat “friendly” kayak anjing.

 

Ketika hewan ini sudah berubah secara struktur genetis, maka ia akan menjadi spesies baru yang berbeda. Kayak akhirnya muncul spesies Felis catus yang merupakan “kucing rumah” hasil domestikasi.

 

sumber: blog.ruangguru.com

Rekomendasi