in

Kesal Impor Migas Sulit Ditekan, Jokowi Juga Jengkel Banjirnya Baja Impor

Tekape.id – Presiden Jokowi terlihat kesal saat menyampaikan persoalan dan banjirnya produk baja impor di dalam negeri.

Ia lalu mengingatkan kepada para menteri untuk melakukan kebijakan subtitusi impor dengan menekan impor migas hingga barang industri dasar seperti baja yang masih banyak diimpor.

Jokowi mengakui kebutuhan baja 9 juta ton per tahun tapi baru terpenuhi 60% dari dalam negeri.

“Jenis bahan baku yang besar angka impornya, besi baja US$ 8,6 miliar, dan industri petrokimia US$ 4,9 miliar…,” kata Jokowi di Istana, Rabu (11/12)

Jokowi dengan tegas menggarisbawahi agar peluang investasi untuk industri subtitusi impor harus dibuka lebar, antara lain sektor besi baja, petrokimia. Bila investasi masuk deras ke sektor ini maka bisa mengurangi impor baja dan petrokimia.

“Tolong jadi catatan BKPM (Bahlil Lahadalia), jadi catatan Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan)!” seru Jokowi.

Sebelum menyentil banjir baja impor, Jokowi juga menyinggung soal impor migas yang nilainya lebih besar. Saat itu Jokowi terlihat kesal menyampaikannya.

Adapun soal impor baja yang deras, Asosiasi Besi Baja Indonesia (IISIA) pernah melakukan catatan, soal faktor-faktor penyebabnya, antara lain:

Pertama, Permendag No 110 tahun 2018 tentang ketentuan impor besi baja dan baja panduan dan produk turunannya, yang sebelumnya diatur pada Permendag No 22 tahun 2018, yang menyebabkan penghapusan pertimbangan teknis sebelum impor baja. Hal ini menyebabkan impor baja semakin mudah dan tidak ada sistem kontrol izin impor.

Kedua, praktik menghindari terutama dalam impor baja, antara lain praktik pengalihan pos tarif impor (HS Code) baja karbon menjadi paduan. Selain itu, baja karbon untuk konstruksi dialihkan menjadi baja paduan dengan harga yang lebih murah dari baja karbon.

Halaman 1 2

Rekomendasi

Written by Devina Putri