Ayo ke tekape..!

Kisah Dekan di Ternate, Rutin Bagikan Makanan Gratis Kepada Jamaah Shalat Jumat

Tekape.id – Pembagian takjil atau makanan secara cuma-cuma bagi jamaah usai melaksanakan ibadah shalat Jumat, mungkin sebagian besar hanya kita menemukan pada masjid-masjid besar dengan jumlah jamaah yang terbilang banyak.

Namun ternyata tidak demikian, di salah satu masjid lingkungan kampus Universitas Khairun (Unkhair) Ternate terdapat beberapa orang yang setiap usai shalat Jumat membagikan makanan bagi jamaah.

Amatan Beritamalut.co, Jumat (10/01/2020), mereka membagikan satu persatu nasi kotak bagi setiap jamaah yang kebanyakan masih berstatus sebagai mahasiswa.

Pembagian makanan kepada jamaah di Masjid Mu Sahmil Jahir Unkhair.

Dia adalah Lita Latif ST, MT yang juga ternyata Dekan Fakultas Teknik Unkhair.

Ditemui di tengah kesibukannya di lingkungan Kampus Unkhair siang tadi, Lita mengaku bahwa ini bagian dari cara dia bersedekah kepada sesama.

Kebiasaan seperti ini katanya, sudah ia lakukan bersama orang-orang di sekelilingnya sejak 2018. Dan ini, akan ia terus lakukan sampai ia mampu.

“Ini keinginan saya untuk bersedekah dalam bentuk makanan dan minuman selama saya masih mampu. Tiap Jumat satu minggu satu kali, di Masjid Mu Sahmil Jahir Unkhair,” kata Lita, Jumat (10/01/2020).

Dia menuturkan, ide ini muncul bukan hanya dari dirinya tapi juga dari beberapa rekannya termasuk dari rektor Unkhair turut mendapatkan dukungan.

“Ini berawal pada pemikiran saya karena saya melihat banyak mahasiswa yang hidupnya berlandaskan ekonomi yang kurang mampu, hidup dikos-kosan sehingga ini sebagai partisipasi saya terhadap mereka,” kata Lita.

“Sedekah ini juga bagian inisiatif dari teman-teman saya, pak Rektor juga menyalurkan untuk membantu mahasiswa dan jamaah yang yang lain ketika mereka sholat jumat di Masjid Mu Sahmil Jahir Unkhair,” katanya lagi.

Meski hanya sekali dalam seminggu, namun mereka sangat senang melakukannya dengan ikhlas dan tulus dapat memberikan sumbangan untuk jamaah yang datang dan sholat di masjid itu.

Memang awalnya kata Lita hanya 30 kotak nasi yang dibagikan kepada jamaah, namun alhamdulillah itu bisa terus bertambah menjadi 60 kotak, 150 kotak hingga 200 kotak seperti saat ini.

“Pertama di 2018 itu sebanyak 30 kotak nasi, itu saya beli belum buat sendiri. Setelah itu saya tambah 60 kotak nasi, saya yang masak sendiri tapi ternyata tidak cukup, terus saya tambah lagi menjadi 150 kotak. Tapi kalau semester berjalan itu bisa sampai 200 kotak, Alhamdulillah dia lebih 10 kota nasi di Jumat ini,” ujar Lita.

Dari jumlah itu katanya, sebenarnya masih bisa bertambah, hanya saja dia menemui kendala terutama tenaga yang mengisi makanan ke dalam kotak. Beruntung masih ada beberapa orang yang selama ini menemaninya mengisi makanan-makanan itu ke dalam kotak.

“Alhamdulillah teman-teman saya juga ikut membantu saya sehingga sumbangan/sedekah ini bisa sampai 200 buah kotak nasi. Nasi ini saya masak di saya pe rumah sendiri,” kata Lita.

“Terakhir, bukan apa tapi ini cuman inisiatif keikhlasan saya bersedekah untuk mahasiswa yang kuliah cari ilmu itu fisabilillah. Berjuang di jalan Allah SWT, itu tong bantu,” katanya lagi.

Apa pendapatmu?