in

Ternyata Korban Mengungsi Akibat Banjir Jauh Lebih Besar Era Ahok Ketimbang Anies

Tekape.id – Banjir adalah ‘nama tengah’ DKI Jakarta. Banjir besar, misalnya, pernah tercatat pada 1621. Ia tak peduli siapa yang sedang jadi gubernur, atau apa kebijakan yang pemimpin daerah tersebut tawarkan.

Namun dalam banjir yang mulai terjadi pada awal tahun 2020, banyak yang menyoroti kinerja Gubernur DKI saat ini, Anies Baswedan. Khususnya, membandingkannya dengan apa yang terjadi di era Basuki Tjahaja Purnama.

Sebagian masyarakat menganggap BTP lebih berhasil ketimbang Anies. Salah satu yang viral di media sosial adalah gambar perbandingan sebaran titik banjir di Jakarta era Anies dan BTP.

Pada era BTP tergambar peta Jakarta dengan beberapa titik merah tanda banjir. Pada era Anies titik hanya satu, tapi itu digambarkan sangat besar sampai-sampai menutupi seluruh Jakarta.

Selain oleh warganet, kritik juga disampaikan Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Ia meminta Anies meniru sistem penanganan banjir era BTP.

Padahal faktanya, pada era BTP pun terjadi banjir cukup besar yang mengakibatkan korban yang tak sedikit. Dimana saat BTP menjabat gubernur pada 2014, terdapat 688 Rukun Warga (RW) yang terendam, dengan jumlah pengungsi mencapai 167.727 orang. Sebanyak 23 korban meninggal dunia.

Pada 2015, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), terdapat 702 RW yang terdampak banjir dengan jumlah pengungsi 45.813 orang. Korban meninggal sebanyak 18 orang, atau lima angka lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya.

“Pada tahun ini, ketinggian volume air mencapai 10 sampai 200 cm,” tulis data rekapitulasi banjir Januari 2015.

Setahun kemudian, banjir berkurang. Tercatat ada 460 RW terdampak banjir dengan jumlah pengungsi berkurang enam kali lipat menjadi 7.760 orang.

Banjir yang biasanya bisa bertahan hingga satu minggu pun menjadi cepat surut dengan maksimal waktu genangan dua hari.

Halaman 1 2 3

Rekomendasi

Written by Devina Putri